Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter Air ke Jatian
- 23 September 2026
- Dibaca 116 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter Air ke Jatian
JEMBER, 23 September 2026 — Kekeringan yang terjadi sejak awal Agustus 2026 membuat sebagian warga Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-7 yang dilakukan BPBD Jember di wilayah tersebut. Bantuan dilakukan pada Rabu, 23 September 2026 dengan mengirimkan satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB untuk melakukan koordinasi, asesmen kondisi warga dan sumber air, pemeriksaan sumur, serta edukasi mengenai dampak kekeringan.
M. Zaenudin, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, mengatakan distribusi air dilakukan karena sejumlah sumber air warga mengalami penyusutan akibat musim kemarau.
"Sebagian warga masih mengalami kebutuhan air bersih. Sumber air alternatif juga mulai mengecil sehingga distribusi air perlu dilakukan secara berkala," kata M. Zaenudin.
Berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan air bersih terjadi di sejumlah wilayah. Di RT 02/RW 08 terdapat sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan air dari total 129 KK. Sementara di RT 01/RW 06, sekitar 140 KK dari total 200 KK mengalami kebutuhan air bersih.
Adapun warga RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10 masih tercukupi untuk kebutuhan minum, tetapi membutuhkan pasokan air untuk mandi dan mencuci.
Secara keseluruhan, sekitar 190 KK tercatat terdampak kebutuhan air bersih.
Kondisi sumber air juga semakin terbatas. Di RT 02/RW 08, sumber air alternatif berjarak sekitar 300 meter dari permukiman dan debitnya mengecil. Dari delapan sumur warga yang diperiksa, sekitar 90 persen sudah memperlihatkan dasar sumur dan sebagian air sumur berbau.
Di RT 01/RW 06, sumber air alternatif berjarak sekitar 700 meter dengan kondisi debit yang juga kecil. Sementara itu, sungai yang berjarak sekitar 200-500 meter dari permukiman dinilai tidak layak untuk konsumsi.
BPBD Jember mencatat telah menempatkan dua tandon air di RT 02/RW 08 dan dua tandon lainnya di wilayah RT 01 dan RT 02/RW 06.
"Untuk menjaga ketersediaan air bagi warga, kami merekomendasikan distribusi air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali," ujar Zaenudin.
BPBD juga merekomendasikan agar kondisi tersebut diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk penanganan lebih lanjut. Distribusi air bersih melibatkan BPBD Jember, perangkat Desa Jatian, perangkat RT/RW, serta masyarakat.
Penyaluran air bersih ini dilakukan berdasarkan SK Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta surat permohonan bantuan air bersih dari Kecamatan Pakusari dan Desa Jatian.(tgh)