logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Tegal Gede

  • 26 Agustus 2026
  • Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
sumur-warga-mulai-mengering-bpbd-jember-salurkan-5000-liter-air-bersih-ke-tegal-gede-20260826

Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Tegal Gede

JEMBER, 26 AGUSTUS 2026 – Dampak musim kemarau kembali dirasakan masyarakat Kabupaten Jember. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah sumur warga mulai mengering sejak Juli 2026.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan distribusi air bersih ke wilayah tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditampung dalam tandon milik warga yang telah disiapkan sebagai tempat penampungan bersama.

Berdasarkan laporan hasil penanganan di lapangan, sumur-sumur warga di wilayah RT 04/RW 07 mengalami kekeringan dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter. Sementara itu, sumber mata air terdekat berada sekitar satu kilometer dari permukiman. Jarak tersebut membuat warga membutuhkan dukungan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan distribusi air bersih dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas permohonan dari Kelurahan Tegal Gede. Penanganan juga mengacu pada Surat Keputusan Bupati tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, petugas melakukan koordinasi dengan Ketua RT dan warga sebelum melaksanakan pendistribusian air bersih ke tandon berkapasitas 5.000 liter yang telah tersedia.

Selain menyalurkan air, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama mengenai penggunaan air secara bijak selama musim kemarau serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan.

Septa Tri Satya Budi, personel TRC BPBD Jember, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang sumber airnya mulai mengalami kekeringan.

“Kondisi sumur warga sudah mulai mengering sejak beberapa waktu terakhir. Karena itu, distribusi air bersih ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak karena kondisi kemarau masih berlangsung,” ujar Septa.

Menurutnya, keberadaan tandon milik warga menjadi salah satu pendukung penting dalam proses distribusi. Air yang disalurkan dapat ditampung dan dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat terdampak di lingkungan tersebut.

Hingga kegiatan distribusi ke-3 ini, sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga RT 04/RW 07. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala di lapangan.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih ke wilayah tersebut dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga selama sumber air belum kembali normal.

BPBD juga mengajak masyarakat untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila kebutuhan air semakin meningkat. Penanganan lebih lanjut akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Distribusi air bersih ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam merespons dampak musim kemarau sekaligus memastikan masyarakat di wilayah rawan kekeringan tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. (bob)

Galeri Foto