Sungai Bedadung Mulai Surut, 120 KK di Kaliwining Mulai Kesulitan Air Bersih
- 28 September 2026
- Dibaca 51 Kali
Bagikan Via:
Sungai Bedadung Mulai Surut, 120 KK di Kaliwining Mulai Kesulitan Air Bersih
JEMBER, 28 SEPTEMBER 2026 – Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di wilayah Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Jember melakukan distribusi bantuan air bersih, Minggu 27 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tandon BPBD yang telah tersedia di lokasi. Penyaluran ini merupakan distribusi bantuan air bersih ke-13 untuk wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil assessment Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember, kondisi kekeringan mulai dirasakan warga sejak akhir Juli 2026. Penurunan ketersediaan air terutama terjadi di wilayah RW 13 yang belum memiliki jaringan pipanisasi.
Selama ini, masyarakat mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, debit air mulai menurun. Sebagian sumur bahkan telah mengering, sementara air yang masih tersedia mulai mengeluarkan bau kurang sedap.
Untuk memenuhi kebutuhan air, sebagian warga harus mengambil air dari sumur bor terdekat yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Sementara untuk kebutuhan mandi, sebagian masyarakat memanfaatkan Sungai Bedadung yang kondisinya mulai keruh dan debit airnya turut berkurang.
Hasil pendataan menunjukkan kebutuhan air bersih tersebar di beberapa wilayah. Di RT 07/RW 13 terdapat sekitar 40 KK terdampak dari total 75 KK. Kemudian RT 08/RW 13 sekitar 20 KK dari total 70 KK dan RT 09/RW 13 sekitar 40 KK dari total 65 KK.
Sementara di RT 11/RW 14 terdapat sekitar 20 KK terdampak dari total 50 KK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 120 KK yang membutuhkan dukungan air bersih.
TRC-PB BPBD Jember menuju lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat sekaligus mendampingi proses distribusi air bersih yang dilakukan BPBD Provinsi Jawa Timur.
Selain penyaluran air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan dan langkah yang dapat dilakukan warga dalam menghadapi keterbatasan sumber air.
Juan Hadi Cahya, anggota Pusdalops BPBD Jember, mengatakan distribusi air dilakukan setelah adanya hasil assessment yang menunjukkan warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
“Distribusi dilakukan untuk membantu masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih karena kondisi sumur yang debitnya semakin menurun. Petugas juga melakukan koordinasi dan edukasi kepada warga di lokasi,” ujar Juan.
Saat ini, kondisi di RT 05 dan RT 06 relatif aman karena wilayah tersebut telah memiliki jaringan PDAM. Namun, kondisi berbeda terjadi di RT 07, RT 08, dan RT 09 RW 13 serta RT 11 RW 14. Sejumlah sumur warga mulai mengering dan sebagian air yang tersedia mengeluarkan bau kurang sedap.
Untuk mendukung distribusi, terdapat tiga tandon milik BPBD serta satu tandon hibah BPBD yang ditempatkan di rumah kepala dusun.
BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih dilanjutkan sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Penanganan juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan langkah penanganan lebih lanjut.
Seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa kendala. Distribusi melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, relawan, dan masyarakat setempat.
Dengan menurunnya debit sumur dan belum tersedianya jaringan pipanisasi di sejumlah wilayah, bantuan distribusi air bersih menjadi salah satu langkah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. (bob)