logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

"Tadek Sobluk Tak Atanak" Tampil Beda dan Estetik, Ancak Agung Kecamatan Panti Jadi Pusat Perhatian di Antara Seribu Gunungan

  • 23 Agustus 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
tadek-sobluk-tak-atanak-tampil-beda-dan-estetik-ancak-agung-kecamatan-panti-jadi-pusat-perhatian-di-antara-seribu-gunungan-20260823

"Tadek Sobluk Tak Atanak" Tampil Beda dan Estetik, Ancak Agung Kecamatan Panti Jadi Pusat Perhatian di Antara Seribu Gunungan

JEMBER — Penampilan memukau dan sarat akan pesan filosofis ditunjukkan oleh kontingen Kecamatan Panti dalam ajang festival tradisi budaya yang berlangsung megah pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Mengusung tema khas "Tadek Sobluk Tak Atanak" (Tidak Ada Dangdau/Kukusan, Tidak Bisa Menanak Nasi), kreasi Ancak Agung utusan Kecamatan Panti sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata, menembus padatnya kerumunan warga, serta tampil sebagai salah satu mahakarya paling unik dan estetik di antara kurang lebih 1.000 Ancak Agung yang memadati area gelaran.

Sejak Sabtu sore, lautan manusia sudah membanjiri sepanjang rute parade untuk menyaksikan ribuan karya gunungan atau Ancak Agung hasil kreasi berbagai instansi dan wilayah. Di tengah ribuan peserta yang menyajikan susunan hasil bumi secara konvensional, Ancak Agung milik Kecamatan Panti tampil sangat menonjol dengan mengintegrasikan simbol-simbol peralatan dapur tradisional Madura-Jawa seperti sobluk (kukusan) dan alat penanak nasi tradisional yang dirangkai secara artistik bersama hasil pertanian lokal unggulan Panti, seperti sayuran segar, buah-buahan lereng gunung, hingga produk olahan pangan lokal.

Filosofi "Tadek Sobluk Tak Atanak" yang diusung mengandung makna mendalam tentang pentingnya proses, kerja keras, dan kearifan lokal dalam mencapai keberkahan serta ketahanan pangan. Simbolisme tersebut diterjemahkan secara visual dengan sangat detail, teratur, dan rapi, sehingga tak heran jika Ancak Agung Panti menjadi jujugan foto dan pusat perhatian utama warga serta tim penilai meski harus berjuang melintasi himpitan ribuan penonton yang antusias.

Camat Panti, Hendra Kusuma, yang mendampingi langsung kontingen Kecamatan Panti sepanjang rute pementasan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas seluruh tim perancang, perangkat kecamatan, serta elemen masyarakat yang terlibat dalam pembuatan Ancak Agung tersebut.

"Kami sengaja mengangkat tema 'Tadek Sobluk Tak Atanak' untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menghargai proses dan akar budaya lokal. Tampil beda dan estetik di antara kurang lebih seribu Ancak Agung bukanlah hal yang mudah, apalagi di tengah lautan warga yang luar biasa padat pada 22 Agustus kemarin. Namun, kekompakan tim dan keunikan konsep yang kita bawa terbukti mampu menyedot perhatian publik. Ini adalah bukti bahwa Kecamatan Panti memiliki potensi seni, budaya, dan kreativitas yang sangat tinggi," ungkap Camat Panti, Hendra Kusuma, di sela-sela kegiatan.

Kehadiran Ancak Agung Kecamatan Panti tidak hanya menambah semarak gelaran budaya tahunan ini, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kecamatan Panti dalam melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkenalkan potensi hasil bumi daerah kepada khalayak yang lebih luas. Suksesnya penampilan ini diharapkan dapat terus memacu semangat gotong royong dan inovasi budaya di wilayah Kecamatan Panti pada masa-masa mendatang.(Jha)

Galeri Foto