logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Tak Berhenti di Sosialisasi MPLS, Jember Dorong Pembentukan Satgas Sekolah Ramah Anak di Tiap SMK

  • 23 Juli 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
tak-berhenti-di-sosialisasi-mpls-jember-dorong-pembentukan-satgas-sekolah-ramah-anak-di-tiap-smk-20260724

Tak Berhenti di Sosialisasi MPLS, Jember Dorong Pembentukan Satgas Sekolah Ramah Anak di Tiap SMK

JEMBER, 23 JULI 2026 – Keberhasilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember dalam mengedukasi ratusan orang tua siswa pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SMKN 4 dan SMK Al-Qodiri Jember, Selasa 21 Juli 2026, menjadi pijakan awal bagi langkah strategis berikutnya.

Dinsos PPPA Jember berkomitmen tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Ke depan, gerakan pencegahan kekerasan dan pernikahan dini ini akan didorong menjadi aksi berkelanjutan yang melibatkan pengawasan melekat antara pihak sekolah dan lingkungan rumah.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E., menegaskan bahwa tindak lanjut dari sosialisasi ini adalah memperkuat benteng perlindungan anak di tingkat keluarga. Dinsos PPPA berencana menyusun skema edukasi berkala yang menyasar komunitas orang tua murid secara lebih intensif.

"Edukasi ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni MPLS semata. Langkah selanjutnya adalah memastikan pemahaman yang sudah didapat orang tua benar-benar diterapkan di rumah. Kami ingin membangun sistem deteksi dini di tingkat keluarga agar ragam kekerasan maupun potensi pernikahan dini bisa dicegah sebelum terjadi," tegas Sugeng.

Menanggapi langkah kedepan tersebut, unit Bimbingan Konseling (BK) SMKN 4 Jember langsung bersiap mengambil peran aktif. Guru BK SMKN 4 Jember, Abd. Muis, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa pihak sekolah akan segera memfungsikan layanan BK sebagai ruang aman (safe space) yang lebih proaktif dan inklusif bagi siswa maupun orang tua.

"Pasca-kegiatan ini, agenda besar kami adalah membuka kanal komunikasi rutin antara tim BK dan para orang tua. Layanan BK SMKN 4 Jember tidak lagi sekadar menunggu laporan, tetapi akan aktif mengawal kesehatan mental siswa, mencegah potensi perundungan, serta memberikan bimbingan berkala agar anak-anak fokus menyelesaikan pendidikan mereka," jelas Muis.

Langkah konkret ini mempertegas komitmen manajemen sekolah dalam merealisasikan visi Sekolah Ramah Anak secara utuh. Kepala SMKN 4 Jember, Suyadi, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa sinergi yang terbentuk bersama Dinsos PPPA akan ditindaklanjuti melalui penyusunan program internal sekolah yang ramah anak dan bebas kekerasan.

"Kehadiran ratusan orang tua hari ini menjadi amunisi awal. Rencana jangka panjang kami adalah memperkuat iklim belajar yang aman di sekolah dan mengintegrasikan komitmen anti-kekerasan ini ke dalam aturan serta budaya sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang demi mencetak generasi emas yang tangguh," tutur Suyadi.

Melalui keberlanjutan program dan komitmen bersama pasca-MPLS 2026 ini, Kabupaten Jember optimistis dapat menekan angka kekerasan terhadap anak serta mengikis kasus pernikahan dini secara signifikan di masa mendatang. (ysf)

Galeri Foto