Tak Bisa ke Faskes, Lansia di Tegalgede Dijangkau Lewat Homecare
- 01 September 2026
- Dibaca 123 Kali
Bagikan Via:
Tak Bisa ke Faskes, Lansia di Tegalgede Dijangkau Lewat Homecare
JEMBER, 01 SEPTEMBER 2026 – Keterbatasan mobilitas tak boleh menjadi penghalang warga mendapatkan pelayanan kesehatan. Prinsip itu diterapkan Pemerintah Kelurahan Tegalgede dengan mendatangi langsung rumah warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perawatan, Selasa, 01 September 2026.
Layanan homecare tersebut menyasar seorang lansia, Bu Sadi, 65, warga kawasan Jalan Tawangmangu, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Kondisinya tengah lemah setelah menjalani operasi pengangkatan rahim dan mengalami sejumlah gangguan kesehatan sehingga membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.
Penjangkauan dilakukan Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kelurahan Tegalgede Suliman, S.Sos., bersama Bidan Wilayah Tegalgede Ike Sulistyani dan tim kesehatan setempat. Petugas tidak hanya memantau kondisi pasien, tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga yang mendampingi.
Suliman mengatakan, kondisi pasien membutuhkan perhatian karena memiliki riwayat pascaoperasi pengangkatan rahim serta komplikasi jantung. Karena kondisi fisiknya masih lemah, pemantauan kesehatan secara berkala menjadi penting.
“Pasien memiliki riwayat pasca pengangkatan rahim dan komplikasi jantung. Kondisinya lemah sehingga membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala,” ujar Suliman saat penjangkauan.
Menurut dia, homecare menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Terutama bagi lansia yang kesulitan bergerak atau tidak memungkinkan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan secara mandiri.
Karena itu, Kelurahan Tegalgede terus memperkuat koordinasi dengan bidan wilayah dan tenaga kesehatan. Tujuannya agar kondisi warga yang membutuhkan penanganan dapat dipantau dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
“Koordinasi antara kelurahan melalui seksi PMKS dengan tenaga kesehatan wilayah penting agar warga, terutama lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas, tetap mendapatkan pelayanan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Bidan Wilayah Tegalgede Ike Sulistyani juga memberikan sejumlah arahan kepada keluarga pasien. Salah satu perhatian utama adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi, khususnya protein, untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama masa pemulihan.
“Kebutuhan protein harus dijaga. Salah satunya bisa melalui putih telur yang dikukus atau dicampurkan dalam makanan,” terang Ike.
Keluarga juga diminta tidak membiarkan pasien berada dalam satu posisi terlalu lama. Mobilisasi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pasien, mulai dari perubahan posisi tubuh hingga latihan duduk secara perlahan.
Langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi otot sekaligus mengurangi risiko munculnya luka tekan atau dekubitus pada pasien yang lebih banyak berbaring.
Bagi Kelurahan Tegalgede, homecare bukan sekadar kunjungan petugas ke rumah warga. Penjangkauan menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan tetap bisa dirasakan warga yang memiliki keterbatasan akses maupun mobilitas.
Dengan mendatangi pasien secara langsung, petugas dapat melihat kondisi lingkungan dan perawatan pasien sekaligus memastikan keluarga memperoleh informasi yang tepat mengenai pola pendampingan di rumah.
Upaya tersebut sejalan dengan perhatian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis penjangkauan. Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait melepas petugas layanan homecare di Pendopo Wahya-Wibawa-Graha.
Gus Fawait mendorong agar warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi memiliki keterbatasan untuk datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, dapat dijangkau langsung oleh petugas.
Kebijakan tersebut memperkuat pesan bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Bagi lansia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas, pemerintah justru perlu hadir lebih dekat, bahkan hingga ke rumah. (sar)