Tak Hanya Disabilitas dan Lansia, Guru Ngaji dan Pemilik Ponpes Juga Jadi Sasaran Program Home Care
- 03 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Tak Hanya Disabilitas dan Lansia, Guru Ngaji dan Pemilik Ponpes Juga Jadi Sasaran Program Home Care
JEMBER — Program Home Care kembali hadir memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di kediaman KH Achmad Syarif Baidowi, pemilik pondok pesantren Al- Khairiyah di Kecamatan Tempurejo, pada Jumat, 2 Oktober 2026, mulai pukul 10:00 Wib sampai selesai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember bersama jajaran tenaga kesehatan serta Camat Tempurejo. Pelayanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
Selain menyasar penyandang disabilitas, lansia, bayi stunting, dan masyarakat kurang mampu, program Home Care juga memberikan perhatian kepada sosok guru ngaji, ustaz, dan kiai, termasuk para pemilik pondok pesantren.
Perhatian tersebut tidak lepas dari peran penting para guru ngaji dan kiai dalam kehidupan masyarakat. Mereka tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendidik anak-anak untuk mengenal agama, membentuk akhlak, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini.
Keberadaan mereka memiliki peran besar dalam keberlangsungan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui pengabdian yang dilakukan setiap hari, para guru ngaji dan kiai turut membimbing generasi muda agar memiliki bekal ilmu agama dan karakter yang baik.
Karena itu, keberadaan sosok-sosok tersebut turut menjadi perhatian Gus Bupati melalui program Home Care. Pemerintah hadir tidak hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap mereka yang selama ini memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui Home Care, pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjangkau para guru ngaji, ustaz, kiai, dan pemilik pondok pesantren secara langsung, sehingga mereka tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan kesehatan di tengah pengabdian mereka kepada umat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Deni irawan, S.Sos menyampaikan bahwa Home Care merupakan salah satu program prioritas Gus Bupati yang dihadirkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.
“Ini merupakan program prioritas Gus Bupati. Pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan lebih mudah, termasuk dengan mendatangi langsung masyarakat di kediamannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Tempurejo Adi Kusnandar Zulkifli Ahmad Husein, S.H., M.M. menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi pelaksanaan program Home Care di wilayah Kecamatan Tempurejo. Ia mengatakan bahwa kunjungan kepada KH Achmad Syarif Baidowi tidak berhenti pada kegiatan kali ini saja.
Camat memastikan bahwa setiap bulan akan dilakukan kunjungan secara berkala sebagai bagian dari pemantauan dan pelayanan kesehatan berkelanjutan.
“Kami akan terus mendampingi. Insyaallah setiap bulan kami akan datang ke sini untuk memastikan kondisi kesehatan beliau tetap terpantau dan pelayanan dapat terus diberikan,” ujar Camat Tempurejo.
Bagi KH Achmad Syarif Baidowi, kehadiran pemerintah dan tenaga kesehatan secara langsung ke kediamannya menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan, serta Pemerintah Kecamatan Tempurejo atas pelayanan yang diberikan.
“Terima kasih sebesar-besarnya. Semoga apa yang dilakukan ini menjadi amal jariyah dan mendapatkan keberkahan,” tutur KH Achmad Syarif Baidowi.
Program Home Care diharapkan dapat terus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga yang membutuhkan. Dengan kunjungan rutin dan pendampingan berkelanjutan, pemerintah berupaya memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya hadir di fasilitas kesehatan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat hingga ke rumah. (MHR)