Tanah Longsor Ancam Akses Jalan Dusun Gumitir, BPBD Jember Lakukan Penanganan dan Pengamanan Lokasi
- 15 Februari 2026
- Dibaca 433 Kali
Bagikan Via:
Tanah Longsor Ancam Akses Jalan Dusun Gumitir, BPBD Jember Lakukan Penanganan dan Pengamanan Lokasi
Peristiwa tanah longsor terjadi di Dusun Gumitir, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Kejadian ini dilaporkan pertama kali pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, meskipun peristiwa longsor diketahui telah terjadi sebelumnya. Longsor tersebut berdampak pada bahu jalan desa yang menjadi akses utama warga Dusun Gumitir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berpotensi menutup jalur transportasi jika terjadi longsor susulan.
Tanah longsor yang terjadi memiliki dimensi cukup besar, dengan panjang kurang lebih 15 meter dan tinggi sekitar 8 meter. Longsoran berada tepat di bahu jalan desa, sehingga mengancam kestabilan badan jalan yang sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses jalan tersebut merupakan jalur penting bagi aktivitas warga, termasuk mobilitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial. Oleh karena itu, kejadian ini dinilai berisiko tinggi apabila tidak segera dilakukan penanganan awal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari BPBD Kabupaten Jember melakukan penanganan di lokasi kejadian pada pukul 14.50 WIB. Tim melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Kamal serta perangkat desa setempat untuk memastikan langkah penanganan berjalan efektif. Selain melakukan asesmen kondisi tanah dan potensi risiko, petugas juga memasang terpal untuk menutup area longsoran guna mencegah erosi lanjutan. Sebagai langkah pengamanan, police line dipasang di sekitar lokasi untuk membatasi aktivitas warga dan pengguna jalan di area rawan.
Berdasarkan kronologis kejadian, tanah longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Arjasa pada 4 Januari 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan struktur tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat. Faktor utama penyebab longsor adalah kondisi kultur tanah yang labil, sehingga mudah bergerak saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini membuat wilayah tersebut rentan terhadap kejadian serupa di kemudian hari.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi longsor dinyatakan aman terkendali dengan catatan kewaspadaan tetap ditingkatkan. Akses jalan desa masih dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat, meskipun pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain itu, diperlukan pemasangan bronjong sebagai solusi jangka menengah untuk memperkuat struktur tanah dan mendukung kegiatan kerja bakti penanganan longsor bersama masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor dan partisipasi aktif warga, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan serta keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat Dusun Gumitir tetap terjaga.