Tanamkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Ratusan Siswa SDN Patrang 02 Ikuti Simulasi Bencana
- 17 Juni 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Tanamkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Ratusan Siswa SDN Patrang 02 Ikuti Simulasi Bencana
JEMBER, 17 JUNI 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus mendorong peningkatan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan yang berlangsung pada Senin dan Rabu, 15 dan 17 Juni 2026, di SDN Patrang 02, Kecamatan Patrang, tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam menghadapi potensi bencana sejak dini.
Program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Permohonan Sosialisasi dan Simulasi SPAB dari SDN Patrang 02. Selain BPBD Kabupaten Jember, kegiatan juga melibatkan Koramil Patrang, Polsek Patrang, Satpol PP Kecamatan Patrang, Sekretariat Bersama (Sekber) SPAB, serta Puskesmas Patrang sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
Pada hari pertama, Senin 15 Juni 2026, tim BPBD memulai kegiatan dengan sosialisasi mengenai dasar-dasar kebencanaan kepada para siswa. Sementara pada Rabu 17 Juni 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simulasi serta pelatihan teknis yang melibatkan guru dan Tim Siaga Bencana Sekolah.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep SPAB beserta 10 langkah implementasinya, penerapan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), hingga pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi guru dan tenaga kependidikan yang disampaikan oleh tim Puskesmas Patrang.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai mitigasi bencana, tetapi juga dibekali kemampuan melakukan evakuasi mandiri dan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekolah. Tim Siaga Bencana Sekolah yang telah dibentuk juga mendapatkan peningkatan kapasitas dalam menyusun langkah pengurangan risiko bencana secara sistematis.
Salah satu Anggota Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Nanang Ahmad Fauzi, S.Si., menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan sejak usia dini.
“Program SPAB merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang tangguh menghadapi bencana. Melalui edukasi, simulasi, dan pelatihan yang berkelanjutan, siswa maupun tenaga pendidik diharapkan mampu memahami prosedur penyelamatan diri dan mengambil tindakan yang tepat saat terjadi situasi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, sekolah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi SPAB. Dengan meningkatnya kapasitas Tim Siaga Bencana Sekolah, diharapkan seluruh warga sekolah mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen BPBD Kabupaten Jember dalam memperkuat ketahanan sektor pendidikan sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (bob)