logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Tari Jaladri Asmara Nala Angkat Pesona Watu Ulo, Buka Apel Siswa Bunga Desaku di SMPN 1 Mayang

  • 22 Juli 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
tari-jaladri-asmara-nala-angkat-pesona-watu-ulo-buka-apel-siswa-bunga-desaku-di-smpn-1-mayang-20260722

Tari Jaladri Asmara Nala Angkat Pesona Watu Ulo, Buka Apel Siswa Bunga Desaku di SMPN 1 Mayang

Jember, 22 Juli 2026 — Keindahan pantai selatan Jember, khususnya wisata Watu Ulo, ditampilkan secara memukau melalui persembahan Tari Jaladri Asmara Nala yang dibawakan oleh para siswa SMP Negeri 1 Mayang. Tarian tersebut menjadi pembuka Apel Siswa dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Sejak pagi, halaman sekolah telah dipenuhi siswa, guru, serta tamu undangan yang hadir untuk mengikuti apel. Suasana semakin semarak ketika alunan musik tradisional mulai terdengar dan para penari memasuki arena dengan balutan kostum bernuansa biru laut dan emas, menggambarkan ombak, pasir, dan kemegahan Watu Ulo yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Jember.

Gerakan para penari yang luwes dan penuh penghayatan berhasil memukau seluruh peserta apel, termasuk Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata daerah kepada generasi muda.

Pelatih tari sekaligus guru pembina, Sheila Citra, mengungkapkan rasa bangganya terhadap penampilan anak didiknya. Menurutnya, Tari Jaladri Asmara Nala dipilih karena memiliki makna mendalam tentang hubungan manusia dengan laut serta rasa cinta terhadap tanah kelahiran.

“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai potensi daerahnya sendiri. Watu Ulo bukan hanya tempat wisata, tetapi juga bagian dari identitas Jember yang harus dijaga dan dibanggakan. Saya sangat bangga karena para siswa tampil percaya diri dan mampu membawakan tarian ini dengan sepenuh hati di hadapan Bapak Bupati,” ujar Sheila Citra.

Ia menambahkan, proses latihan dilakukan secara intensif selama beberapa minggu. Para siswa tidak hanya dilatih teknik gerak, tetapi juga diajak memahami cerita dan filosofi yang terkandung dalam tarian agar penampilannya lebih hidup dan bermakna.

“Melalui seni, anak-anak belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian tampil di depan umum. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi mereka. Kami berharap kegiatan seperti ini terus mendapat ruang sehingga potensi siswa dapat berkembang secara optimal,” tuturnya.Salah satu penari, Siti Alfiana dari kelas 9D, mengaku sangat senang dapat tampil dalam acara tersebut. Baginya, kesempatan bertemu langsung dengan Bupati Jember menjadi pengalaman yang tidak akan dilupakan.

“Saya sangat senang bisa bertemu dengan Bapak Bupati. Ini pertama kalinya saya tampil di acara besar seperti ini dan bisa memperlihatkan bakat tari dari SMP Negeri 1 Mayang. Rasanya bangga sekali karena kami bisa membawa nama sekolah dan menunjukkan bahwa siswa Mayang juga punya kemampuan di bidang seni,” ungkap Siti dengan wajah penuh antusias.

Penampilan Tari Jaladri Asmara Nala mendapat apresiasi meriah dari seluruh peserta apel. Tepuk tangan panjang mengiringi akhir tarian, menandakan kekaguman atas kerja keras para siswa dan pembinanya.

Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar berani mengembangkan potensi diri. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki bakat yang harus diasah dan tidak boleh dibiarkan terpendam.

“Jangan sampai bakat adik-adik terpendam. Keluarkan bakatnya, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Ada yang berbakat menari, menyanyi, olahraga, menulis, atau bidang lainnya. Semua itu adalah anugerah yang harus dikembangkan,” pesan Gus Fawait di hadapan ratusan siswa.

Bupati juga mengajak para siswa untuk ikut bangga menjadi bagian dari Kabupaten Jember yang memiliki banyak potensi budaya dan kreativitas. Ia menyinggung pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026.

“Tanggal 24 sampai 26 Juli nanti Jember akan menggelar JFC, event termegah nomor dua di dunia setelah Rio de Janeiro. Ini kebanggaan kita bersama. Adik-adik harus percaya diri bahwa daerah kita memiliki karya yang diakui dunia,” ujarnya disambut tepuk tangan para siswa.

Menurutnya, keberhasilan JFC hingga dikenal secara internasional menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Jember mampu bersaing di tingkat dunia. Karena itu, ia berharap generasi muda terus berani berkarya dan memanfaatkan berbagai ajang untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Kegiatan Apel Siswa Bunga Desaku sendiri merupakan bagian dari upaya mendekatkan pemerintah daerah dengan dunia pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan berkarya di kalangan pelajar. Selain penampilan tari, acara juga diisi dengan pembinaan karakter, pesan motivasi, dan penguatan kecintaan terhadap budaya lokal.Kepala sekolah dan para guru menyambut baik perhatian pemerintah terhadap pengembangan bakat siswa. Mereka berharap sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah dapat terus terjalin sehingga semakin banyak siswa yang memperoleh kesempatan tampil dan berprestasi.

Persembahan Tari Jaladri Asmara Nala menjadi simbol bahwa potensi seni di sekolah tidak kalah dengan panggung-panggung besar. Dengan mengangkat keindahan Watu Ulo, para siswa SMP Negeri 1 Mayang tidak hanya menampilkan tarian, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya mencintai budaya dan alam Jember.

Penampilan tersebut menutup sesi pembukaan apel dengan kesan mendalam. Para siswa tampak semakin percaya diri, sementara para guru merasa bangga melihat anak didiknya mampu tampil memukau di hadapan Bupati Jember dan seluruh peserta kegiatan. Semangat untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat pun terasa kuat mengiringi rangkaian kegiatan Bunga Desaku tahun 2026. (HZ)

Galeri Foto