logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Tarian Saman Santri TPQ Tarbiyatul Quran Kelurahan Kaliwates Sambut Gus Bupati di Rest Area TAJEMTRA 2026, Selendang dan Bunga Pink Jadi Simbol Cinta Kasih

  • 07 September 2026
  • Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
tarian-saman-santri-tpq-tarbiyatul-quran-kelurahan-kaliwates-sambut-gus-bupati-di-rest-area-tajemtra-2026-selendang-dan-bunga-pink-jadi-simbol-cinta-kasih-20260907

Tarian Saman Santri TPQ Tarbiyatul Quran Kelurahan Kaliwates Sambut Gus Bupati di Rest Area TAJEMTRA 2026, Selendang dan Bunga Pink Jadi Simbol Cinta Kasih

KALIWATES — Pemandangan penuh kehangatan dan keceriaan mewarnai pelaksanaan Jalan Sehat 30 kilometer TAJEMTRA (Tanggung-Jember Tradisional) 2026, Sabtu (5/9/2026). Di tengah perjalanan panjang yang ditempuh dengan berjalan kaki dari Alun-Alun Tanggul menuju garis finish di Alun-Alun Kota Jember, rombongan Gus Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, SE, M.Sc., mendapat sambutan istimewa dari para santri TPQ Tarbiyatul Quran yang rata-rata masih berusia balita.

Sambutan tersebut berlangsung di rest area pelaksanaan TAJEMTRA 2026, Halaman Kantor Dinas DPM-PTPS Jember, yang berada sekitar 3,5 kilometer dari garis finish. Meski masih sangat belia, para santri TPQ Tarbiyatul Quran tampil penuh percaya diri dengan menyuguhkan tarian Saman khas Aceh di hadapan Gus Bupati beserta rombongan.

Kehadiran anak-anak usia dini tersebut sontak menghadirkan suasana berbeda di tengah rangkaian perjalanan TAJEMTRA. Gerakan tari yang dilakukan secara kompak, dipadukan dengan semangat dan keceriaan khas anak-anak, menjadi hiburan sekaligus bentuk penghormatan sederhana kepada Gus Bupati yang bersama rombongan tetap melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga mencapai garis finish di pusat Kota Jember.

Tidak berhenti pada pertunjukan seni, para santri juga menyiapkan penyambutan penuh makna. Salah seorang santri dipercaya untuk menyerahkan selendang kepada Gus Bupati, sementara santri lainnya memberikan karangan bunga berwarna pink sebagai simbol cinta kasih, ketulusan, sekaligus ungkapan semangat bagi orang nomor satu di Kabupaten Jember tersebut.

Warna pink yang menjadi bagian dari penyambutan itu seolah memperkuat pesan bahwa perjalanan panjang TAJEMTRA bukan hanya tentang kemampuan fisik untuk menempuh jarak puluhan kilometer, tetapi juga tentang membangun kedekatan antara pemimpin dan masyarakat, termasuk dengan generasi anak-anak yang kelak menjadi penerus Kabupaten Jember.

Momen tersebut semakin istimewa karena Gus Bupati dan rombongan telah berjalan sejak siang hari dari titik start di Alun-Alun Tanggul. Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan sekitar 30 km, sambutan dari anak-anak TPQ di salah satu rest area menjadi energi tambahan sebelum rombongan melanjutkan sekitar 3,5 kilometer perjalanan terakhir menuju garis finish.

Kegiatan penyambutan para santri TPQ Tarbiyatul Quran ini juga mendapat pengawalan langsung dari Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., MM., bersama Ketua DESTANA Kelurahan Kaliwates H. Indra Gunawan. Keduanya memastikan rangkaian penyambutan berlangsung tertib, aman, dan tetap memberikan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas mereka dalam menyambut rombongan Gus Bupati.

Bagi para wali santri, kesempatan tersebut bukan sekadar menghadirkan anak-anak untuk tampil di sebuah kegiatan besar. Pertemuan langsung dengan pemimpin Kabupaten Jember menjadi pengalaman yang sangat berharga dan kemungkinan akan menjadi kenangan tersendiri bagi anak-anak tersebut.

Tanti, salah seorang wali santri yang anaknya mendapat kepercayaan menyerahkan karangan bunga kepada Gus Bupati, mengaku sangat senang sekaligus bangga. Menurutnya, kesempatan tersebut memberikan pengalaman luar biasa bagi sang anak karena dapat bertatap muka langsung dengan pemimpin Kabupaten Jember.

“Saya sangat senang dan bangga karena anak saya mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Gus Bupati. Bagi kami sebagai orang tua, ini pengalaman yang sangat berkesan. Anak-anak bisa belajar berani tampil, sekaligus mengenal secara langsung sosok pemimpin daerahnya,” ungkap Tanti.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka. Terlebih, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan masyarakat dinilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, serta kecintaan terhadap lingkungan dan daerah sejak usia dini.

Sementara itu, kehadiran santri-santri cilik TPQ Tarbiyatul Quran di tengah perjalanan TAJEMTRA 2026 memperlihatkan bahwa kemeriahan kegiatan tidak hanya berada di garis start maupun finish. Sepanjang rute, masyarakat dapat mengambil bagian dengan cara masing-masing, mulai dari menyediakan rest area, memberikan dukungan kepada peserta, hingga menghadirkan pertunjukan seni dan kreativitas anak-anak.

Bagi para santri, mungkin jarak 30 kilometer bukanlah sesuatu yang mereka tempuh dengan berjalan kaki. Namun melalui tarian, senyum, selendang, dan karangan bunga pink yang mereka persembahkan, mereka berhasil menyampaikan pesan yang jauh lebih sederhana sekaligus kuat: memberikan cinta, penghormatan, dan semangat kepada Gus Bupati beserta seluruh peserta TAJEMTRA 2026 untuk menuntaskan perjalanan hingga garis finish.

Momen penyambutan tersebut sekaligus menjadi gambaran semangat Jember yang guyub, penuh cinta dan kebersamaan, ketika masyarakat, anak-anak, tokoh lingkungan, serta pemerintah daerah bertemu dalam satu ruang kebahagiaan di tengah perjalanan panjang TAJEMTRA 2026.

Dari tangan mungil para santri, sebuah karangan bunga pink pun menjadi simbol sederhana bahwa dukungan dan cinta masyarakat dapat menjadi energi bagi seorang pemimpin untuk terus berjalan dan hadir bersama rakyat.

Galeri Foto