logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Tawa dan Usulan Warga Warnai Bunga Desaku di Mumbulsari, Bukti Pemimpin Dekat dengan Rakyat

  • 07 April 2026
  • Dibaca 295 Kali
Bagikan Via:
tawa-dan-usulan-warga-warnai-bunga-desaku-di-mumbulsari-bukti-pemimpin-dekat-dengan-rakyat-20260407

Tawa dan Usulan Warga Warnai Bunga Desaku di Mumbulsari, Bukti Pemimpin Dekat dengan Rakyat

JEMBER, 07 APRIL 2026 - Program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, pada Senin 06 April 2026, menunjukkan kedekatan nyata antara Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E, M.Sc, dengan masyarakat.

Hal itu terlihat saat pertemuan dengan kader Posyandu dan pengurus RT/RW di Balai Desa Lampeji. Tanpa sekat dan rasa canggung, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu tampak santai, bahkan sesekali bercanda dan tertawa lepas bersama warga yang menyampaikan usulan.

Salah satunya terjadi saat Amirudin, seorang pengurus RW, mendapat kesempatan pertama untuk berbicara. Ketika Amirudin memperkenalkan diri, Bupati langsung melontarkan candaan segar dengan menyebut namanya mirip orang India.

“Nama Bapak siapa kok seperti orang India? Apa masih saudara dari Amir Khan (artis Bollywood)?” ujar Gus Fawait, sapaan bupati, yang langsung disambut tawa ratusan peserta di Balai Desa Lampeji.

Suasana semakin cair ketika Amirudin mengungkapkan keinginannya untuk bersalaman dengan Bupati. Ia mengaku terinspirasi oleh banyaknya warga, terutama ibu-ibu, yang berebut salaman.

“Saya ingin salaman dengan Gus Bupati, agar tangan saya juga halus dan jadi rebutan emak-emak,” ujarnya sambil tertawa.

Di balik suasana penuh canda tersebut, sejumlah usulan penting tetap disampaikan warga. Amirudin, misalnya, mengapresiasi dibukanya kembali Bandara Notohadinegoro. Menurutnya, operasional bandara menjadi indikator kebangkitan ekonomi daerah.

“Saya senang, Pak Bupati, bandara kembali beroperasi. Ini menunjukkan ekonomi Jember bangkit. Namun, saya usul agar di sekitar bandara dibangun ruko atau fasilitas lain. Jangan sampai kanan-kiri hanya terlihat kebun tebu. Selain itu, jembatan di dekat bandara juga perlu diperbaiki dan diperlebar,” katanya.

Sementara itu, sejumlah kader Posyandu yang turut hadir meminta peningkatan kapasitas melalui pelatihan layanan kesehatan. Mereka menilai masih banyak kader yang tertinggal informasi terkini.

“Kepada Pak Bupati, kami mohon diberikan pelatihan terkait informasi kesehatan. Saat ini masih banyak kader Posyandu yang ketinggalan informasi dan perlu peningkatan pengetahuan,” ujar salah satu kader.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pentingnya Program Bunga Desaku sebagai wadah komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Di sinilah pentingnya program Bunga Desaku. Bapak-Ibu bisa menyampaikan usulan secara langsung kepada kami. Apalagi seluruh OPD hadir, sehingga bisa diketahui mana yang harus segera ditangani dan mana yang perlu perencanaan terlebih dahulu. Hari ini Ketua DPRD dan anggotanya juga hadir, sehingga mereka mengetahui kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (al)

Galeri Foto