logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Lurah Shierley Jadi Inspektur Upacara di SDN Tegalgede 01, Tekankan Stop Perundungan

  • 07 April 2026
  • Dibaca 216 Kali
Bagikan Via:
lurah-shierley-jadi-inspektur-upacara-di-sdn-tegalgede-01-tekankan-stop-perundungan-20260407

Lurah Shierley Jadi Inspektur Upacara di SDN Tegalgede 01, Tekankan Stop Perundungan

JEMBER, 07 APRIL 2026 - Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, S.T, M.M, menjadi inspektur upacara bendera di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegalgede 01, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Senin, 06 April 2026 pukul 07.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, lurah menyampaikan pesan tegas kepada ratusan siswa untuk menghentikan perilaku perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Upacara pagi itu berlangsung khidmat dengan siswa SDN Tegalgede 01 berdiri rapi di lapangan sekolah. Lurah Tegalgede bertindak sebagai pembina upacara dan langsung berinteraksi dengan anak-anak. “Selamat pagi anak-anakku, pagi-pagi luar biasa. Hari ini saya sangat senang sekali dan bangga bisa berdiri di sini bertemu langsung dan melihat langsung anak-anak yang hebat semua,” ujarnya dalam sambutan.

Lurah menekankan bahwa anak-anak SDN Tegalgede 01 adalah generasi penerus Kelurahan Tegalgede. Ia mengajak siswa untuk selalu semangat belajar dan saling menghargai. Saat memeriksa kesiapan belajar, hampir semua siswa mengangkat tangan tinggi-tinggi, termasuk siswa kelas 4 yang disebutnya sangat aktif.

Pesan utama yang disampaikan adalah kampanye anti-perundungan. Lurah mengingatkan siswa agar tidak membiarkan teman mereka menjadi korban perundungan atau bullying. “Kalau ada teman yang dikeroyok, jangan dibiarkan saja. Segera mengadu ke Bu Guru atau Pak Guru. Kalau di luar sekolah, lapor ke orang tua. Jangan diam saja,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul, tetapi juga bentuk verbal seperti mengolok-olok teman. “Selain memukul, mengolok-olok itu juga termasuk perundungan. Nggak boleh itu ya,” katanya sambil berinteraksi dengan salah seorang siswa kelas 4 bernama Nur.

Pesan “Stop bullying! Karena anak hebat adalah yang saling menghargai, bukan menyakiti” menjadi penekanan utama dalam upacara tersebut. Lurah berharap seluruh siswa memahami pentingnya menghargai sesama dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kelurahan bersama Pemerintah Kabupaten Jember dan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk membangun karakter anak sejak dini. Keterlibatan lurah langsung sebagai inspektur upacara diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi para siswa.

Sementara itu, siswa tampak antusias mengikuti upacara dan menyimak pesan yang disampaikan. Dengan semangat pagi yang tinggi, mereka menyatakan kesiapan untuk belajar dan menjaga sikap saling menghormati di sekolah.

Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus digalakkan di berbagai sekolah dasar di wilayah Jember guna mencegah kasus perundungan yang kerap terjadi di kalangan anak usia sekolah. (sar)

Galeri Foto