Tekan AKI dan AKB, BKPSDM Jember Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan
- 06 Oktober 2026
- Dibaca 45 Kali
Bagikan Via:
Tekan AKI dan AKB, BKPSDM Jember Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan
JEMBER, 06 OKTOBER 2026 – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas kesehatan. Kompetensi tenaga kesehatan, kesamaan persepsi, serta kemampuan melakukan penanganan secara cepat dan tepat menjadi bagian penting yang terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Jember.
Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jember, penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui program Kopi Manis. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan magang peningkatan kompetensi maternal dan neonatal yang dibuka di RSD dr. Soebandi Jember pada Senin, 05 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti perwakilan tenaga kesehatan dari 10 puskesmas di wilayah naungan RSD dr. Soebandi. Program tersebut merupakan kolaborasi BKPSDM Kabupaten Jember, UPT Balai Diklat KKB Jember, STIKes Bakti Al-Qodiri, dan RSD dr. Soebandi.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur BKPSDM Jember, Artiantyo Wirjo Utomo, S.Psi., M.M., mengatakan peningkatan kompetensi menjadi langkah penting untuk memastikan tenaga kesehatan semakin siap menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
“Melalui proses belajar dan praktik secara langsung ini, diharapkan kompetensi tenaga kesehatan semakin kuat, termasuk dalam penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman belajar langsung di rumah sakit juga diharapkan memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan, khususnya dalam proses rujukan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat.
Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSD dr. Soebandi, dr. Saraswati Dewi, Sp.A(K), menilai program Kopi Manis menjadi ruang penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menyamakan persepsi tenaga kesehatan.
“Terima kasih adanya program Kopi Manis, sehingga kita bisa mengatasi masalah kesehatan di Kabupaten Jember. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dan menyamakan persepsi, karena angka AKI dan AKB di Jember masih tinggi sehingga menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Kolaborasi lintas institusi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan SDM yang kompeten dan memiliki pemahaman yang selaras. Melalui penguatan kompetensi yang berkelanjutan, BKPSDM Jember turut mendorong kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi keselamatan ibu dan bayi. (dik)