Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Jember Bersama Sembilan Perguruan Tinggi Luncurkan KKN Kolaboratif ke-5
- 02 Juli 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Jember Bersama Sembilan Perguruan Tinggi Luncurkan KKN Kolaboratif ke-5
JEMBER, 02 JULI 2026 - Sebanyak 40 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan perwakilan mahasiswa dari sembilan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Kabupaten Jember mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ke-5. Acara yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Rabu 01 Juli 2026 ini, menjadi awal gerakan nyata dunia akademik dalam mendukung pembangunan daerah.
Tahun ini, KKN Kolaboratif mengusung tema "Cinta", yang merupakan akronim dari Cerdas, Inklusif, dan Tangguh. Melalui filosofi tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak masyarakat yang cerdas dalam mencari solusi, inklusif dalam merangkul semua lini tanpa diskriminasi, serta tangguh dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di lapangan.
Ketua Pelaksana KKN Kolaboratif ke-5, Siti Roudlotul Hikamah dari Universitas Islam Jember (UIJ), menegaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata runtuhnya ego sektoral antar-kampus demi kemajuan daerah. Sinergi ini melibatkan instansi besar seperti Universitas Jember (Unej), Politeknik Negeri Jember (Polije), UIN KHAS Jember, Universitas Islam Jember, dan lima PTS lainnya.
"KKN Kolaboratif ini adalah bukti bahwa perguruan tinggi bukan lagi menara gading. Kita turun ke bumi, menyentuh akar rumput kehidupan masyarakat dengan Cinta. Kolaborasi PTN dan PTS ini adalah energi besar untuk menekan angka kemiskinan dan memastikan tidak ada lagi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jember," ujar Siti dalam sambutannya.
Untuk menyukseskan visi tersebut, panitia penyelenggara telah merumuskan dua pilar program utama yang wajib dijalankan oleh peserta, yaitu Program Mandatoris dan Program Tematik. Program Mandatoris berfokus pada empat isu krusial yang saat ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Jember:
Keempat isu tersebut adalah pemilahan desil, yakni melakukan validasi data kemiskinan ekstrem agar bantuan sosial tepat sasaran. Pengolahan sampah yang membahas edukasi lingkungan untuk menciptakan desa bersih dan bernilai ekonomis.
Selanjutnya, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Isu JKN memastikan seluruh warga desa memiliki akses perlindungan kesehatan BPJS yang layak. Dan terakhir, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan menjemput kembali anak-anak yang putus sekolah agar mendapatkan pendidikan formal maupun nonformal.
Sementara itu, Program Tematik dirancang lebih fleksibel guna membebaskan mahasiswa berinovasi sesuai dengan potensi, kearifan lokal, dan karakteristik unik dari masing-masing desa tempat mereka mengabdi.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi interaktif dimulai. Berbagai pertanyaan dari para DPL dan mahasiswa mencerminkan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi riil di pedesaan. Mereka menyadari bahwa mengubah pola pikir masyarakat mengenai sampah maupun membujuk anak yang terlanjur bekerja untuk kembali bersekolah membutuhkan pendekatan humanis yang sabar dan matang.
Melalui pembekalan intensif ini, seluruh peserta KKN Kolaboratif ke-5 tahun 2026 telah dibekali instrumen data dan metodologi pendekatan sosial yang kuat. Langkah kaki mereka kini membawa misi kemanusiaan yang cerdas, inklusif, dan tangguh demi mewujudkan masa depan Jember yang lebih cerah. (jea)