logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Jumerto

Terong, Jagung hingga Nanas Disusun Jadi Gunungan, Ancak Jumerto Siap Gebrak Alun-Alun Jember

  • 21 Agustus 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
terong-jagung-hingga-nanas-disusun-jadi-gunungan-ancak-jumerto-siap-gebrak-alun-alun-jember-20260821

Terong, Jagung hingga Nanas Disusun Jadi Gunungan, Ancak Jumerto Siap Gebrak Alun-Alun Jember

JEMBER, 21 Agustus 2026 — Dari hasil bumi di kebun, tangan-tangan warga dan mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026 menyulapnya menjadi gunungan ancak yang siap mencuri perhatian dalam gelaran budaya spektakuler Ancak Agung & Sholawatan Kabupaten Jember.

Persiapan Kelurahan Jumerto rampung pada Jumat sore (21/8/2026). Gunungan ancak disusun dari beragam hasil pertanian lokal, mulai terong, jambu, jagung, wortel, cabai merah hingga nanas yang ditempatkan di bagian puncaknya.

Bagi Kelurahan Jumerto, ancak tersebut bukan sekadar hiasan. Gunungan hasil bumi itu menjadi simbol kekayaan pertanian sekaligus wujud gotong royong masyarakat dalam mendukung gelaran budaya dan keagamaan Kabupaten Jember.

Lurah Jumerto, Nurie Hadiyatie, S.E., menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara staf kelurahan dan mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026 menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persiapan ancak tersebut.

Gelaran budaya spektakuler dengan 1.000 Ancak Agung ini akan digelar untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-Alun Jember, Sabtu (22/8/2026). Ribuan ancak dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember akan menjadi bagian dari perhelatan yang memadukan tradisi, syiar keagamaan, kreativitas masyarakat dan potensi hasil bumi lokal.

Antusiasme semakin tinggi karena gelaran tahun ini kembali membawa misi mencatatkan Rekor MURI, seperti yang berhasil dilakukan pada gelaran tahun 2025 lalu.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, Ancak Agung juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengangkat makanan khas dan hasil bumi daerah.

Target rekor tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Jika berhasil, Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang mampu mengemas tradisi lokal menjadi sebuah gelaran besar yang menarik perhatian.

Dari Jumerto, hasil bumi tidak hanya dipanen, tetapi dirangkai menjadi gunungan penuh makna. Dari tangan masyarakat, ancak menjadi simbol kebersamaan yang akan bergabung bersama 1.000 ancak lainnya dalam pesta budaya dan spiritual yang dipusatkan di jantung Kota Jember.

Gelaran ini sekaligus menjadi momentum memperlihatkan bahwa tradisi, gotong royong, potensi lokal dan semangat kebangsaan dapat berpadu dalam satu perhelatan besar masyarakat Jember. (rus)

Galeri Foto