TP PKK Kebonsari Dorong Kader Jadikan Pekarangan sebagai Sumber Pangan Keluarga
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
TP PKK Kebonsari Dorong Kader Jadikan Pekarangan sebagai Sumber Pangan Keluarga
JEMBER, 01 OKTOBER 2026 – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Kebonsari mendorong kader PKK di empat lingkungan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif. Langkah tersebut dinilai dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menanam sayuran, tanaman obat, buah-buahan hingga mengembangkan budidaya ikan sesuai kondisi lahan masing-masing keluarga.
Dorongan itu disampaikan dalam Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan, yang digelar di Pendapa Kelurahan Kebonsari, Kamis 01 Oktober 2026. Kegiatan diikuti Wakil Ketua TP PKK Kelurahan Kebonsari Vivin Indah Widayanti, Ketua Pokja III TP PKK Kelurahan Kebonsari Titin Wiji Astuti, pengurus TP PKK, serta perwakilan PKK dari empat lingkungan.
Wakil Ketua TP PKK Kelurahan Kebonsari, Vivin Indah Widayanti mengatakan, sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman kader agar pemanfaatan pekarangan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kegiatan ini kami lakukan agar kader memiliki pemahaman dan kepedulian yang sama tentang pentingnya pemanfaatan pekarangan. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat, sehingga pekarangan tidak hanya menjadi halaman rumah, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara produktif,” ujar Vivin.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan tidak harus dilakukan dengan lahan yang luas. Setiap keluarga dapat menyesuaikan jenis tanaman maupun metode budidaya dengan kondisi rumah dan kemampuan yang dimiliki.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong kebiasaan yang bisa dilakukan keluarga secara sederhana dan sesuai kemampuan. Tidak harus menunggu memiliki lahan yang luas, karena pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kelurahan Kebonsari, Titin Wiji Astuti, yang menjadi pemateri, menjelaskan bahwa pekarangan memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan pangan dan gizi keluarga sekaligus menjaga lingkungan serta membuka peluang tambahan pendapatan.
"Pekarangan sebenarnya memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan keluarga. Tidak hanya untuk tanaman hias, tetapi juga bisa menjadi sumber pangan, gizi, tanaman obat, bahkan sumber protein melalui perikanan dan peternakan. Karena itu, kami ingin kader memahami bahwa pemanfaatan pekarangan bisa dilakukan secara sederhana dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah,” ujar Titin.
Titin mengenalkan empat bentuk pemanfaatan pekarangan, yakni Karang Gizi, Karang Sari, Karang Kitri, dan Taman Gizi. Karang Gizi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui tanaman pangan, sayuran, tanaman obat, buah-buahan, perikanan hingga peternakan.
Penerapannya dapat dilakukan melalui konsep lumbung hidup, warung hidup, toga atau apotek hidup, bank hidup, serta sumber protein. Tanaman seperti ubi, jagung dan talas dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat, sementara sayuran dan tanaman obat seperti kunyit, jahe, kencur, lengkuas dan temulawak dapat ditanam sesuai kebutuhan keluarga.
Untuk lahan terbatas, pemanfaatan pekarangan dapat dilakukan menggunakan polybag, hidroponik, vertikultura, akuaponik, kolam terpal maupun budikdamber. Sementara Karang Sari diarahkan pada tanaman hias, sedangkan Karang Kitri memanfaatkan tanaman kayu-kayuan seperti jati, sengon dan mahoni.
Adapun Taman Gizi mengintegrasikan berbagai pemanfaatan tersebut dalam satu kawasan pekarangan. Konsep ini dapat menggabungkan tanaman pangan, sayuran, buah, tanaman obat, tanaman hias, perikanan hingga peternakan sesuai kondisi lingkungan.
Materi tersebut juga dikaitkan dengan gerakan Hatinya PKK, yaitu pemanfaatan halaman rumah melalui tanaman pangan, tanaman produktif atau keras, serta tanaman hias.
“Kami berharap kader tidak hanya memahami materi, tetapi juga bisa meneruskannya kepada keluarga dan masyarakat. Mulai saja dari apa yang bisa dilakukan di rumah masing-masing, misalnya menanam sayuran, tanaman obat atau buah-buahan. Jika dilakukan bersama-sama, pemanfaatan pekarangan ini bisa menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kelurahan Kebonsari berharap kader di empat lingkungan dapat menjadi penggerak yang mengenalkan praktik pemanfaatan pekarangan kepada keluarga dan masyarakat. Dengan dimulai dari lahan yang tersedia di sekitar rumah, pekarangan diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kebutuhan pangan, gizi dan kesejahteraan keluarga. (aji)