logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Tegal Gede

Tukang Parkir dan UMKM Raup Berkah dari Kemacetan OSMA Jember

  • 25 November 2025
  • Dibaca 175 Kali
Bagikan Via:
tukang-parkir-dan-umkm-raup-berkah-dari-kemacetan-osma-jember-20251125

Tukang Parkir dan UMKM Raup Berkah dari Kemacetan OSMA Jember

JEMBER — Di balik keluhan kemacetan panjang yang kerap terjadi di Jl. MH Thamrin, Kecamatan Ajung, setiap kali digelar Olahraga Sore Bersama (OSMA) di Jember Sport Garden (JSG), tersimpan cerita manis bagi ratusan tukang parkir dan pelaku UMKM lokal.

Kegiatan OSMA yang rutin digelar setiap Senin sampai Jumat sore itu mampu menarik hingga 8.000–12.000 pengunjung dalam satu hari. Lonjakan pengunjung tersebut menciptakan gelombang ekonomi mikro yang signifikan di sepanjang jalan menuju JSG.

Heri (42), juru parkir dadakan asal Kelurahan Demangan, mengaku pendapatannya melonjak drastis saat OSMA berlangsung. “Kalau hari biasa paling Rp 80.000–Rp 120.000 sehari. Tapi kalau OSMA bisa sampai Rp 450.000–Rp 500.000. Kadang lebih kalau sampai malam,” ujarnya kepada media ini, Senin (24/11/2025).

Ia bukan satu-satunya. Sekitar 50–70 tukang parkir liar dan resmi berjejer sepanjang 1,5 kilometer dari simpang Ajung hingga gerbang JSG maupun di sekitaran pertigaan arah Sumuran. Tarif parkir motor Rp 2.000–Rp 3.000 per unit dan mobil Rp 5.000–Rp 10.000 membuat perputaran uang di sektor ini mencapai puluhan juta rupiah setiap kali acara.

Tak kalah untung, pelaku UMKM kuliner dan minuman juga meraup berkah. Hayati (38), penjual nasi rames kemasan yang biasa berjualan di trotoar depan JSG, mengatakan omsetnya bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari OSMA.

"Dari 150–200 porsi, kalau ramai bisa habis dalam tiga jam. Keuntungan bersih sekitar Rp 750.000–Rp 850.000. Lumayan buat tambah modal dan sekolah anak,” kata Hayati sambil melayani antrean pembeli.

Puluhan pedagang lain menjajakan aneka jajanan seperti es degan, gorengan, sate taichan, hingga kopi kekinian. Mereka rata-rata melaporkan kenaikan omset 300–500 persen dibanding hari biasa.

Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diwawancarai di tengah acara OSMA menyambut baik fenomena ini. Menurut mereka, OSMA tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi stimulan ekonomi kerakyatan.

“Ini contoh nyata bagaimana event olahraga massal bisa menggerakkan roda ekonomi lokal. Kami senang bisa berbagi rejeki," ucap lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, ST.

Sementara itu, pengelola JSG, PT Bumi Jember Hijau, berencana menata ulang area parkir dan zona kuliner agar lebih tertib tanpa mengurangi ruang berkah bagi pedagang kecil.

Di tengah sorot lampu kendaraan yang mengular, terdengar tawa dan ucapan syukur para pedagang serta tukang parkir. Bagi mereka, kemacetan bukan lagi musibah, melainkan ladang rezeki yang datang setiap hari.

Galeri Foto