Ubah Sampah Jadi Berkah, DPRKPLH Jember Dorong Pengelolaan Limbah Mandiri di Lapas
- 13 Maret 2026
- Dibaca 275 Kali
Bagikan Via:
Ubah Sampah Jadi Berkah, DPRKPLH Jember Dorong Pengelolaan Limbah Mandiri di Lapas
JEMBER, 13 MARET 2026 - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember kini tidak hanya menjadi tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga bersiap menjadi pelopor lingkungan hijau.
Melalui kolaborasi strategis, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember resmi menginisiasi sistem pengelolaan sampah mandiri guna menciptakan ekosistem hunian yang lebih bersih dan bernilai ekonomi.
Langkah ini diawali dengan kegiatan koordinasi dan sosialisasi yang digelar oleh Bidang Kebersihan DPRKPLH pada akhir Februari lalu.
Fokus utamanya adalah membekali petugas dan warga binaan dengan pemahaman mendalam mengenai tata kelola limbah yang efektif serta ramah lingkungan di dalam lingkungan Lapas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tim DPRKPLH memaparkan materi teknis yang mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, teknik pengolahan kompos, hingga strategi daur ulang sampah plastik.
Mentik Diyah Andayani, perwakilan Bidang Kebersihan DPRKPLH sekaligus pemateri, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesadaran lingkungan ke seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap petugas dan warga binaan memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik adalah kunci kenyamanan lingkungan,” ujar Mentik saat ditemui pada Jumat, 13 Maret 2026.
“Dengan pemilahan yang tepat, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang menumpuk, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali,” sambungnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Bank Sampah Unit Jember, yang akrab disapa Cak Mat. Ia membagikan perspektif mengenai potensi ekonomi yang tersembunyi di balik tumpukan sampah.
Menurutnya, konsistensi dalam memilah sampah dari sumbernya adalah langkah awal menuju pengelolaan berbasis masyarakat yang menguntungkan.
“Yang paling penting adalah membiasakan diri memilah sejak awal. Sampah organik bisa menjadi kompos berkualitas, sementara sampah anorganik memiliki nilai jual melalui proses daur ulang. Jika dikelola secara profesional, ini bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi komunitas di dalam Lapas,” jelas Cak Mat.
Merespons edukasi tersebut, pihak Lapas Jember menyatakan kesiapannya untuk mulai mengimplementasikan sistem pemilahan dan pengolahan sampah secara bertahap.
Sebagai tindak lanjut, DPRKPLH merekomendasikan tiga langkah utama bagi pihak Lapas. Pertama, pemilahan rutin di setiap blok hunian. Selanjutnya, evaluasi berkala terhadap volume sampah yang dihasilkan. Dan terakhir, peningkatan kesadaran kolektif bagi seluruh penghuni Lapas.
Melalui sinergi ini, Lapas Jember diharapkan mampu bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata, sekaligus memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat nanti.