Warga Pertanyakan Alasan Rujukan ke Rumah Sakit, Puskesmas Tegaskan Prioritas pada Kualitas Pelayanan
- 06 Juni 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Warga Pertanyakan Alasan Rujukan ke Rumah Sakit, Puskesmas Tegaskan Prioritas pada Kualitas Pelayanan
JEMBER, 06 JUNI 2026 – Akses layanan kesehatan rujukan menjadi salah satu topik yang banyak dibahas dalam kegiatan Bunga Desaku Mini yang digelar di Balai Desa Keting, Kecamatan Jombang, pada Sabtu, 06 Juni 2026, pukul 08.00 WIB. Masyarakat memanfaatkan forum tersebut untuk memperoleh penjelasan langsung terkait pelayanan kesehatan dan perkembangan program insentif Ketua Kelompok Pengajian.
Dalam sesi dialog, salah seorang warga mempertanyakan alasan sebagian besar pasien dari wilayah Kecamatan Jombang kerap dirujuk ke rumah sakit daerah di Kabupaten Jember yang dinilai memiliki jarak cukup jauh dari tempat tinggal masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Jombang, dr. Diyan Pusposari, menjelaskan bahwa penentuan rumah sakit rujukan didasarkan pada kualitas pelayanan kesehatan yang tersedia, termasuk kelengkapan fasilitas medis, tenaga dokter spesialis, serta kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus-kasus tertentu yang tidak dapat ditangani di tingkat puskesmas.
Menurutnya, sistem rujukan bertujuan memastikan pasien memperoleh penanganan yang paling sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita sehingga peluang kesembuhan dan keselamatan pasien dapat lebih terjamin.
"Pasien yang dirujuk umumnya merupakan pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan atau penyakit yang belum dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Karena itu, kami mengarahkan pasien ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis, sarana penunjang, dan peralatan medis yang lebih lengkap agar mendapatkan pelayanan yang paling tepat," jelas Diyan.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember memiliki sejumlah rumah sakit daerah yang selama ini menjadi rujukan utama pelayanan kesehatan masyarakat, di antaranya Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Rumah Sakit Kalisat, dan Rumah Sakit Balung.
Selain persoalan kesehatan, perhatian masyarakat juga tertuju pada perkembangan insentif Ketua Kelompok Pengajian yang hingga saat ini masih dinantikan pencairannya, sementara insentif guru ngaji telah lebih dahulu diterima oleh penerima manfaat.
Menjawab pertanyaan tersebut, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember, Ahmad Edy Sutrisno S.M, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan proses rekapitulasi dan penyempurnaan data calon penerima insentif guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran.
"Saat ini proses insentif Ketua Kelompok Pengajian masih berada dalam tahap rekapitulasi dan verifikasi data penerima. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh data yang masuk sesuai dengan ketentuan sehingga program dapat disalurkan kepada pihak yang benar-benar berhak menerima," terangnya.
Meski demikian, Ahmad Edy turut memberikan optimisme kepada para Ketua Kelompok Pengajian yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen merealisasikan program tersebut pada tahun 2026.
"Insyaallah program insentif Ketua Kelompok Pengajian akan direalisasikan tahun ini. Saat ini kami masih menyelesaikan tahapan administrasi yang diperlukan. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pencairan diharapkan dapat terlaksana paling lambat sekitar bulan Oktober tahun ini," tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh antusiasme. Berbagai pertanyaan yang disampaikan masyarakat menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap program-program pelayanan publik yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember.
Melalui Bunga Desaku Mini, pemerintah terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi dan informasi yang dibutuhkan warga secara langsung hingga tingkat desa. (bhi)