Wayang dan Pengajian Menutup Bersih Desa Paseban, Harmoni Budaya dan Religi Menguatkan Kebersamaan Warga
- 01 Juli 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Wayang dan Pengajian Menutup Bersih Desa Paseban, Harmoni Budaya dan Religi Menguatkan Kebersamaan Warga
JEMBER, 01 JULI 2026 – Pemerintah Desa Paseban, Kecamatan Kencong, menutup rangkaian kegiatan Bersih Desa dan Soroan Tahun 2026 dengan menggelar pagelaran wayang kulit yang dipadukan dengan pengajian serta tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Malang, Neng Siska, Rabu 01 Juli 2026 malam.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari seribu warga tersebut berlangsung meriah dan khidmat. Masyarakat menikmati pertunjukan seni budaya sekaligus mendapatkan siraman rohani sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah pelestarian tradisi lokal.
Camat Kencong, Ronny Arvianto, mengapresiasi konsep penutupan Bersih Desa Paseban yang mampu menggabungkan unsur budaya dan religi dalam satu rangkaian kegiatan.
"Konsep seperti ini sangat baik karena masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan melalui pagelaran wayang kulit, tetapi juga mendapatkan pembinaan spiritual melalui pengajian. Budaya dan agama dapat berjalan beriringan untuk memperkuat kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Menurut Ronny, pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan gagasan Kepala Desa Paseban, Satupan, yang menginginkan setiap perayaan desa memiliki nilai edukatif dan religius, sehingga tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menambahkan, tradisi Bersih Desa merupakan warisan budaya yang perlu terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong antarwarga.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Anak-anak menikmati pertunjukan wayang kulit, sementara masyarakat juga mengikuti tausiyah dengan penuh khidmat, menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kebersamaan.
Camat Kencong berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Bersih Desa dapat terus dipertahankan sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan desa.
"Semoga tradisi yang baik ini terus dilestarikan. Dengan tetap menjaga budaya dan memperkuat nilai-nilai agama, masyarakat akan semakin rukun, harmonis, serta bersama-sama membangun Desa Paseban menjadi desa yang maju dan sejahtera," pungkasnya.
Penutupan Bersih Desa dan Soroan Desa Paseban Tahun 2026 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan selaras dengan penguatan nilai-nilai keagamaan, sehingga mampu memberikan manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang. (gfr)