logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dinkes Jember Gandeng UNICEF, Kampus dan Pesantren, Perkuat Advokasi Imunisasi hingga Supervisi Layanan

  • 03 Mei 2026
  • Dibaca 110 Kali
Bagikan Via:
dinkes-jember-gandeng-unicef-kampus-dan-pesantren-perkuat-advokasi-imunisasi-hingga-supervisi-layanan-20260503

Dinkes Jember Gandeng UNICEF, Kampus dan Pesantren, Perkuat Advokasi Imunisasi hingga Supervisi Layanan

JEMBER, 3 MEI 2026 — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember bersama UNICEF menggandeng kampus dan pondok pesantren dalam upaya memperkuat advokasi imunisasi hingga supervisi layanan kesehatan di Kabupaten Jember.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026 ini merupakan tindak lanjut dari agenda supervisi imunisasi yang disampaikan UNICEF kepada Pemerintah Kabupaten Jember. Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menyasar penguatan dukungan lintas sektor, termasuk akademisi dan tokoh agama.
Pada agenda advokasi, Dinkes Jember menyasar sejumlah institusi strategis seperti Stikes Al-Qodiri, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember, serta Pondok Pesantren Al-Qodiri. Melalui kegiatan ini, peran akademisi didorong untuk aktif dalam edukasi masyarakat, sementara tokoh agama diharapkan mampu menjadi penguat kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
Selain itu, kegiatan juga mencakup supervisi pelaksanaan pelayanan imunisasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Jember dan Klinik Suherman. Supervisi dilakukan untuk memastikan standar pelayanan, kesiapan tenaga kesehatan, serta pengelolaan logistik vaksin berjalan sesuai ketentuan.
Pendampingan lapangan turut melibatkan sejumlah puskesmas, di antaranya Puskesmas Patrang, Gladakpakem, dan Sumbersari. Keterlibatan puskesmas ini menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi dan integrasi layanan imunisasi di tingkat wilayah.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Bapak Syahroni Bahtiar, S.Kep., Ners., M.Kes., menegaskan bahwa keterlibatan lintas sektor merupakan kunci utama dalam meningkatkan capaian program imunisasi. “Upaya peningkatan cakupan imunisasi tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat. Ketika semua pihak bergerak bersama dengan peran masing-masing, maka hambatan di lapangan dapat diatasi secara lebih efektif dan capaian program dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif ini menjadi strategi penting untuk menjawab tantangan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. “Lintas sektor bukan hanya soal koordinasi, tetapi bagaimana membangun kepercayaan publik melalui pendekatan yang lebih dekat, kontekstual, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, UNICEF, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, serta tokoh masyarakat dan agama, diharapkan program imunisasi di Kabupaten Jember dapat berjalan lebih optimal. Sinergi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus menjawab tantangan di lapangan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menegaskan bahwa kegiatan ini akan ditindaklanjuti secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya berhenti pada advokasi, tetapi juga berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan dan kesehatan masyarakat. (ken)

Galeri Foto