Insentif Guru Kitab Nonmuslim di Sumbersari, Wujud Pemkab Jember Perkuat Komitmen Inklusivitas
- 16 Maret 2026
- Dibaca 185 Kali
Bagikan Via:
Insentif Guru Kitab Nonmuslim di Sumbersari, Wujud Pemkab Jember Perkuat Komitmen Inklusivitas
JEMBER, 16 MARET 2026 - Semangat toleransi dan kebersamaan terpancar jelas di Kantor Kecamatan Sumbersari pada Senin, 16 Maret 2026.
Melalui penyaluran insentif tahap kedua bagi para pendidik keagamaan, Pemerintah Kabupaten Jember mengirimkan pesan kuat mengenai komitmen inklusivitas. Bahwa setiap pengabdian dalam membina moralitas bangsa, tanpa memandang latar belakang agama, adalah fondasi penting bagi kemajuan daerah.
Penyaluran yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini tidak hanya menyasar guru ngaji dan petugas pembantu pencatat nikah (P3N), tetapi juga memberikan apresiasi setara bagi guru kitab suci nonmuslim.
Langkah ini menjadi cermin nyata upaya pemerintah daerah dalam merangkul seluruh elemen tokoh agama untuk bersama-sama menjaga harmoni di tujuh kelurahan wilayah Kecamatan Sumbersari.
Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, S.I.P., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa kebijakan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah yang inklusif. Menurutnya, program ini adalah bentuk penghargaan tertinggi atas peran para pendidik dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia.
"Pemberian insentif ini bukan sekadar angka atau nilai materi semata. Ini adalah bentuk penghormatan kami atas dedikasi luar biasa para tokoh agama, termasuk guru kitab suci nonmuslim, yang telah bekerja tanpa lelah menjaga nilai-nilai moralitas di tengah masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk hadir bagi semua," ujar Deni.
Deni pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Jember, Gus Fawait, yang dinilai konsisten dalam menjalankan kebijakan yang merangkul keberagaman.
"Terima kasih kepada Gus Bupati atas perhatian yang luar biasa kepada guru ngaji, P3N, dan guru kitab suci. Keberagaman ini adalah kekuatan kita dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya.
Melalui program yang berjalan tertib ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap semangat inklusivitas tidak sekadar berhenti pada pemberian bantuan, melainkan terus berlanjut sebagai pilar dalam menjaga kerukunan serta membangun karakter generasi penerus yang menghargai perbedaan. (bhi)