logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Koin Batok Kelapa dan Kuliner Tradisional Meriahkan Launching Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo

  • 09 Mei 2026
  • Dibaca 426 Kali
Bagikan Via:
koin-batok-kelapa-dan-kuliner-tradisional-meriahkan-launching-festival-egrang-ke-14-tanoker-ledokombo-20260511

Koin Batok Kelapa dan Kuliner Tradisional Meriahkan Launching Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo

JEMBER, 09 MEI 2026 – Suasana hangat penuh nuansa tradisional begitu terasa di kawasan Pasar Lumpur Tanoker, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu 09 Mei 2026. Di sela-sela persiapan dan pelaksanaan Launching Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo, Camat Ledokombo Nino Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si. bersama sang istri sekaligus Ketua TP-PKK Kecamatan Ledokombo Sultanah Zahariah, S.Keb., M.Keb. serta putri mereka tampak menikmati aneka kuliner khas warga Ledokombo yang dijajakan di area pasar tradisional tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di Kecamatan Ledokombo bersama keluarga itu menarik perhatian masyarakat dan pengunjung festival. Dengan suasana santai dan penuh keakraban, Camat Ledokombo bersama istri terlihat berkeliling dari satu stand ke stand lainnya sambil mencicipi makanan tradisional yang disediakan warga lokal.

Berbagai kuliner khas desa turut meramaikan kegiatan tersebut, mulai dari pisang coklat (piscok), kue cucur, tape khas Ledokombo, nasi pecel, jajanan pasar tradisional, hingga aneka minuman herbal dan makanan rumahan lainnya. Seluruh makanan dijual dengan harga ekonomis sehingga dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Yang paling unik dan menarik perhatian pengunjung adalah sistem transaksi di Pasar Lumpur Tanoker yang menggunakan koin khusus berbahan batok kelapa. Setiap koin bernilai Rp5.000 dan digunakan sebagai alat tukar resmi selama acara berlangsung. Pengunjung terlebih dahulu diwajibkan menukarkan uang tunai mereka di stand penukaran sebelum membeli makanan maupun jajanan yang tersedia.

Konsep transaksi tradisional berbasis koin batok kelapa itu dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkuat nilai budaya lokal yang diangkat dalam Festival Egrang Tanoker.

Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si. mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar festival hiburan, namun juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

“Festival ini luar biasa karena tidak hanya mempertahankan permainan tradisional egrang, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan kuliner khas desa. Kami ingin masyarakat bangga terhadap budaya dan produk lokalnya sendiri,” ujar Camat Ledokombo di sela kegiatan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menikmati dan mendukung hasil karya warga Ledokombo, terutama produk kuliner tradisional yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat desa.

“Silakan masyarakat datang, menikmati suasana pasar tradisional ini, mencicipi makanan khas warga Ledokombo, karena semuanya dibuat langsung oleh masyarakat kita sendiri dengan harga yang sangat terjangkau,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Ledokombo, Sultanah Zahariah, S.Keb., M.Keb. menilai konsep Pasar Lumpur Tanoker sangat edukatif bagi anak-anak dan generasi muda karena mengenalkan kembali budaya transaksi tradisional serta makanan khas daerah.

“Anak-anak sekarang jarang melihat konsep pasar tradisional seperti ini. Dengan adanya koin dari batok kelapa dan makanan khas desa, mereka bisa belajar budaya lokal sambil menikmati suasana kebersamaan,” tuturnya.

Salah seorang pengunjung, Rina (32), warga Desa Sumberlesung, mengaku senang dengan konsep festival yang berbeda dari biasanya. Menurutnya, penggunaan koin batok kelapa membuat suasana semakin unik dan menarik.

“Serasa kembali ke zaman dulu. Anak-anak juga senang karena bisa tukar uang jadi koin dulu sebelum jajan. Kuliner di sini juga murah-murah dan enak,” katanya.

Hal serupa disampaikan salah satu pedagang kuliner tape khas Ledokombo, yang mengaku dagangannya ramai diserbu pengunjung sejak pagi hari. Ia berharap Festival Egrang Tanoker terus dilaksanakan setiap tahun karena mampu membantu meningkatkan pendapatan warga.

Kemeriahan Launching Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, namun juga menjadi ruang kolaborasi budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan warga lokal. Dengan balutan suasana tradisional, kuliner khas desa, serta transaksi menggunakan koin batok kelapa, festival tersebut sukses menghadirkan pengalaman unik yang membekas bagi setiap pengunjung. (yus)

Galeri Foto