logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Gumukmas

Kompak, Rombongan Kecamatan Gumukmas Hadir Meriahkan Tajemtra 2026

  • 06 September 2026
  • Dibaca 131 Kali
Bagikan Via:
kompak-rombongan-kecamatan-gumukmas-hadir-meriahkan-tajemtra-2026-20260906

Kompak, Rombongan Kecamatan Gumukmas Hadir Meriahkan Tajemtra 2026

JEMBER, 06 SEPTEMBER 2026 - Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) kembali digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu, 05 September 2026. Kegiatan olahraga sekaligus tradisi masyarakat tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan.

Peserta Tajemtra 2026 datang dari beragam latar belakang. Mulai dari jajaran pemerintahan, pegawai swasta, organisasi masyarakat, pelajar, hingga masyarakat umum turut ambil bagian dan memadati jalur gerak jalan dari Tanggul menuju pusat Kota Jember.

Di tengah lautan peserta tersebut, ratusan rombongan dari berbagai instansi turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Tajemtra tahun ini.

Salah satunya rombongan dari Pemerintah Kecamatan Gumukmas.

Rombongan Kecamatan Gumukmas tampil mencolok dengan mengenakan seragam dan kostum berwarna biru yang bertuliskan Kecamatan Gumukmas.

Para peserta yang berasal dari jajaran pegawai pemerintahan kecamatan tersebut terlihat antusias sejak sebelum kegiatan dimulai.

Mereka telah berkumpul di lokasi start sekitar satu jam sebelum pemberangkatan.

Kehadiran lebih awal itu tidak hanya untuk mempersiapkan diri, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh anggota rombongan untuk membangun kekompakan sebelum menempuh perjalanan panjang.

Setelah Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait secara resmi memberangkatkan peserta, rombongan Kecamatan Gumukmas pun mulai berjalan bersama ribuan peserta lainnya.

Perjalanan dimulai dari Alun-Alun Tanggul dan berakhir di Alun-Alun Kabupaten Jember.

Jarak yang cukup panjang tidak menyurutkan semangat para peserta. Sepanjang perjalanan, rombongan Kecamatan Gumukmas tetap berusaha menjaga kebersamaan dan kekompakan.

Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, yang turut mengikuti kegiatan tersebut mengatakan bahwa keikutsertaan jajaran Kecamatan Gumukmas dalam Tajemtra bukan sekadar untuk memeriahkan kegiatan tahunan.

Menurutnya, Tajemtra telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jember yang memiliki nilai kebersamaan. Karena itu, pemerintah kecamatan merasa perlu ikut hadir bersama masyarakat.

"Kami dari Kecamatan Gumukmas sengaja ikut bersama-sama dalam Tajemtra ini. Bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk menjaga kebersamaan dan ikut melestarikan tradisi yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Jember," ujar Dannie.

Ia menambahkan, kegiatan seperti Tajemtra menjadi momentum bagi jajaran pemerintahan untuk berbaur langsung dengan masyarakat.

Menurut Dannie, suasana kebersamaan yang tercipta selama perjalanan menjadi salah satu hal yang membuat Tajemtra selalu dinantikan. Para peserta dari berbagai latar belakang dapat berjalan bersama tanpa membedakan jabatan, pekerjaan maupun usia.

"Di sini semuanya membaur. Pegawai, masyarakat, pelajar, semuanya sama-sama berjalan dan menikmati suasana. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat kebersamaan," katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tidak hanya muncul saat Tajemtra berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun masyarakat di Kecamatan Gumukmas.

Tajemtra 2026 kembali menyedot perhatian masyarakat Jember. Besarnya antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang datang dari berbagai wilayah dan latar belakang.

Kehadiran Gus Fawait menjadi salah satu bentuk komitmennya untuk tetap bersama masyarakat dalam kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.

Bahkan, Gus Fawait mengungkapkan bahwa dirinya tetap memilih hadir meskipun kondisi kesehatannya sedang kurang baik.

"Tadi saya masih diinfus. Saya bilang, saya tidak mungkin tidak membersamai masyarakat Jember," ujar Gus Fawait.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait saat berada di tengah rangkaian kegiatan Tajemtra. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan semata-mata menjalankan agenda pemerintahan, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat.

Menurutnya, Tajemtra memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga atau gerak jalan dengan menempuh jarak puluhan kilometer.

Bagi Gus Fawait, Tajemtra merupakan salah satu kegiatan yang menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Jember.

"Tajemtra ini filosofinya gotong royong," kata Gus Fawait.

Filosofi tersebut terlihat dari bagaimana masyarakat dapat berkumpul dan mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Peserta saling menyemangati, saling membantu, dan berjalan bersama hingga mencapai garis finis.

Tajemtra 2026 juga mencatat jumlah peserta yang cukup besar. Tahun ini tercatat lebih dari 2.500 peserta mengikuti kegiatan dalam kategori yang diselenggarakan.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan yang memadukan olahraga dan tradisi masih sangat tinggi. (rir)

Galeri Foto