Lindungi Pesisir, DPRKPLH Jember Perkuat Data Ekosistem Mangrove
- 23 Juni 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Lindungi Pesisir, DPRKPLH Jember Perkuat Data Ekosistem Mangrove
JEMBER, 23 JUNI 2026 - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember melalui Bidang Tata Lingkungan melaksanakan kegiatan inventarisasi data ekosistem mangrove dalam rangka penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM).
Kegiatan tersebut juga disertai peninjauan lapangan pada lokasi rencana penanaman mangrove di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Jember. Adapun lokasi yang menjadi sasaran meliputi Pantai Paseban di Kecamatan Kencong, Pantai Gelem dan Pantai Nyamplong Kobong di Kecamatan Puger, serta Pantai Watu Ulo dan Payangan di Kecamatan Ambulu. Kegiatan berlangsung selama dua hari sejak Senin, 22 Juni 2026.
Inventarisasi dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai kondisi aktual ekosistem mangrove sebagai dasar penyusunan kebijakan perlindungan dan pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan. Selain itu, tim juga mengidentifikasi lokasi yang berpotensi untuk rehabilitasi dan penanaman mangrove guna meningkatkan kualitas lingkungan pesisir.
Dalam pelaksanaannya, tim DPRKPLH melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi vegetasi mangrove, karakteristik lahan, serta berbagai potensi ancaman yang dapat memengaruhi keberlanjutan ekosistem mangrove, khususnya di kawasan Pantai Payangan.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen RPPEM Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DPRKPLH Kabupaten Jember, Erwin Hermawan, S.T., menyampaikan bahwa inventarisasi lapangan merupakan tahapan penting agar kebijakan pengelolaan mangrove dapat disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Kegiatan inventarisasi ini bertujuan memperoleh data yang akurat terkait kondisi ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Jember. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan RPPEM sehingga upaya perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan mangrove dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Lapangan Bidang Tata Lingkungan, Wahyu Hari Susanto, S.T., menjelaskan bahwa keberadaan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Menurutnya, mangrove mampu mencegah abrasi, menjadi habitat berbagai biota, serta mendukung mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon.
“Mangrove bukan hanya pelindung alami kawasan pesisir, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan penanaman kembali mangrove perlu terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkap Wahyu.
Melalui kegiatan ini, DPRKPLH Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem mangrove yang menjadi salah satu aset penting kawasan pesisir Kabupaten Jember.
Hasil inventarisasi dan peninjauan lapangan tersebut akan digunakan sebagai bahan penyusunan program pengelolaan mangrove yang terintegrasi dan berkelanjutan pada masa mendatang. (fag)