logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Maulid Nabi dan Selamatan Desa Sumberbulus Jadi Momentum Perkuat Ukhuwah dan Keteladanan Akhlak

  • 14 September 2026
  • Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
maulid-nabi-dan-selamatan-desa-sumberbulus-jadi-momentum-perkuat-ukhuwah-dan-keteladanan-akhlak-20260914

Maulid Nabi dan Selamatan Desa Sumberbulus Jadi Momentum Perkuat Ukhuwah dan Keteladanan Akhlak

JEMBER, 14 SEPTEMBER 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Selamatan Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius pada Senin 14 September 2026 malam.

Kegiatan yang digelar di halaman Balai Desa Sumberbulus tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Pengajian umum ini dihadiri sekitar 500 jamaah yang terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga Desa Sumberbulus dan sekitarnya.

Kepala Desa Sumberbulus, Muntahe, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan tahunan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Dalam sambutannya, Muntahe menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus selamatan desa bukan hanya menjadi agenda rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi, menjaga kebersamaan, sekaligus meningkatkan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat dan keberlangsungan kehidupan bermasyarakat di Desa Sumberbulus.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan menyukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan Maulid Nabi dan selamatan desa ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Sumberbulus,” ujarnya.

Selain itu, Muntahe juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang saat ini tengah berjalan di Desa Sumberbulus. Ia berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif dan mengikuti proses sesuai ketentuan sehingga program tersebut dapat memberikan kepastian serta manfaat bagi masyarakat.

“PTSL merupakan program yang sedang berjalan di desa. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menyukseskannya dengan mengikuti proses dan melengkapi persyaratan yang diperlukan,” lanjutnya.

Pengajian semakin khidmat dengan hadirnya sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya KH. Musleh Adnan, S.Ag, Pengasuh PP Nahdhatut Ta'limiyah, Kecamatan Karang Anyar, Pamekasan, Madura; KH. Zuhri Saifullah Wahid dari Sumberjeruk, Jember; Gus H. Fayyadus Surur dari Ledokombo; serta K. Khuzaimi Ali Said, S.Ag dari Sumberbulus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan pembacaan shalawat Nabi oleh Grup Hadrah Syifaul Qulub.

Dalam tausiyahnya, KH. Musleh Adnan, S.Ag, mengingatkan jamaah bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, Maulid merupakan momentum untuk melakukan introspeksi terhadap sejauh mana umat Islam mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW, kata dia, tidak hanya dikenal sebagai pembawa risalah Islam, tetapi juga sebagai sosok yang menghadirkan kasih sayang dan menjadi rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil 'alamin.

Keteladanan tersebut terlihat dari sikap Rasulullah yang penuh kasih sayang kepada keluarga, peduli kepada anak yatim dan masyarakat miskin, serta tetap mengedepankan kebaikan bahkan kepada orang-orang yang pernah menyakiti dan menentang dakwahnya.

“Di tengah kehidupan yang sering diwarnai egoisme dan mudahnya lisan melukai sesama, akhlak Rasulullah SAW menjadi obat sekaligus panduan. Mari jadikan Maulid Nabi sebagai titik awal untuk memperbaiki diri,” pesan KH. Musleh.

Sementara itu, KH. Zuhri Saifullah Wahid menjelaskan bahwa bulan Rabiul Awal merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Ia menyampaikan bahwa kelahiran Rasulullah SAW pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah di Kota Makkah menjadi tonggak hadirnya harapan, keadilan, kasih sayang, dan cahaya petunjuk di tengah kondisi masyarakat yang mengalami krisis akhlak.

Menurutnya, setidaknya terdapat empat nilai penting dalam peringatan Maulid Nabi, yakni sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, wujud kasih sayang kepada Rasulullah, mengenang perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan serupa disampaikan Gus H. Fayyadus Surur. Ia mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Ia menekankan pentingnya kesabaran, memperbanyak senyum, mengurangi keluhan, serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dengan gaya penyampaian yang ringan, ia mengingatkan jamaah agar Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai tradisi berbagi makanan atau kegiatan telur hias, tetapi harus mampu melahirkan perubahan perilaku dan akhlak yang lebih baik.

“Jangan sampai Maulid hanya menjadi ajang makan-makan berkat atau rebutan telur hias. Yang paling penting adalah bagaimana akhlak Rasulullah SAW benar-benar kita teladani dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Camat Ledokombo, Roni Herman Baza, AP, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dan selamatan desa memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan sosial serta membangun kebersamaan masyarakat.

“Pemerintah Kecamatan Ledokombo mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus selamatan Desa Sumberbulus. Kegiatan seperti ini bukan hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan masyarakat,” kata Roni.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun sikap saling menghormati, gotong royong, kepedulian sosial, dan menjaga kondusivitas lingkungan.

Roni juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga yang bersama-sama menjaga kegiatan berlangsung tertib dan aman.

“Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dipertahankan. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta mendukung berbagai program pembangunan di wilayah Kecamatan Ledokombo,” tambahnya.

Usai rangkaian tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan mahalul qiyam sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, doa dipimpin oleh K. Khuzaimi Ali Said, S.Ag, sebelum kegiatan ditutup.

Dari sisi keamanan, kegiatan mendapat pengamanan gabungan yang melibatkan lima personel Polsek Ledokombo, dua personel Koramil Ledokombo, empat personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, serta dua personel PAMTER PSHT Ranting Ledokombo.

Kolaborasi unsur keamanan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan memberikan rasa aman kepada jamaah.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Selamatan Desa Sumberbulus akhirnya tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun desa yang harmonis dan berkemajuan.(yus)

Galeri Foto