Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan
Monitoring dan Evaluasi Program Satu Kolam Satu Keluarga TA 2025 di Desa Gugut
- 04 Maret 2026
- Dibaca 272 Kali
Bagikan Via:
Monitoring dan Evaluasi Program Satu Kolam Satu Keluarga TA 2025 di Desa Gugut
JEMBER - Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan(DKPPP) Kab.Jember melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Satu Kolam Satu Keluarga Tahun Anggaran 2025 pada hari Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Desa Gugut,Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal serta memantau perkembangan budidaya ikan lele yang dikelola oleh masyarakat.Monitoring dilakukan terhadap 50 kolam yang tersentralisasi pada dua lokasi budidaya dan dikelola secara aktif oleh BUMDesMa Kecamatan Rambipuji. Keberadaan kolam yang terpusat ini memudahkan pengawasan, pengelolaan pakan, pengendalian kualitas air, serta pencatatan pertumbuhan ikan secara berkala.
Pada lokasi pertama, tim melakukan sampling berat rata-rata ikan lele per ekor. Hasil sampling menunjukkan bahwa untuk ukuran besar diperoleh rata-rata 50 gram per ekor atau sekitar 20 ekor per kilogram, sedangkan untuk ukuran kecil rata-rata 26 gram per ekor atau sekitar 40 ekor per kilogram. Data ini menunjukkan pertumbuhan ikan berjalan sesuai dengan fase pembesaran yang direncanakan.Sementara itu, pada lokasi kedua, sampling berat rata-rata ikan lele per ekor telah dilaksanakan secara mandiri oleh pengelola. Hasilnya menunjukkan variasi ukuran, yakni rata-rata 62 gram per ekor (16 ekor/kg), 38,46 gram per ekor (26 ekor/kg), dan 28,57 gram per ekor (35 ekor/kg). Variasi ini menandakan adanya perbedaan fase pertumbuhan, namun secara umum masih dalam kategori normal.Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pertumbuhan ikan di kedua lokasi terpantau normal dan sehat. Kualitas air kolam juga dalam kondisi baik, sehingga mendukung perkembangan ikan secara optimal. Tingkat mortalitas (kematian) tercatat dalam jumlah kecil dan masih dalam batas wajar budidaya.Dari hasil evaluasi, diperkirakan pada lokasi pertama panen parsial sudah dapat dilakukan pada minggu ke-2 atau minggu ke-3 bulan Maret 2026. Adapun pada lokasi kedua, estimasi panen parsial dapat dilakukan pada minggu ke-3 atau minggu ke-4 bulan Maret 2026.Secara perhitungan, volume panen total pada lokasi pertama diprediksi berkisar 1,9 ton dengan estimasi ukuran 12 ekor per kilogram. Sedangkan pada lokasi kedua, volume panen total diperkirakan mencapai sekitar 1,6 ton dengan estimasi ukuran 12 ekor per kilogram.Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan Program Satu Kolam Satu Keluarga dapat terus berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan produksi perikanan budidaya, serta memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat di Desa Gugut dan sekitarnya.