Pascarapat Akbar, Rambipuji Tancap Gas Matangkan Ekosistem Mandiri HUT ke-81 RI Tanpa Proposal
- 09 Juli 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Pascarapat Akbar, Rambipuji Tancap Gas Matangkan Ekosistem Mandiri HUT ke-81 RI Tanpa Proposal
JEMBER, 09 JULI 2026 – Pascapertemuan akbar lintas sektor pada Selasa, 07 Juli 2026 lalu, Pemerintah Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, langsung tancap gas mengimplementasikan ekosistem baru dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tradisi lama birokrasi yang sibuk mengajukan proposal sumbangan kini resmi dikubur, digantikan oleh fase aksi nyata kemitraan strategis yang mandiri dan transparan.
Saat ini, fokus utama Pemerintah Kecamatan Rambipuji telah beralih pada tahap eksekusi teknis. Langkah kebaruan ini diawali dengan pembentukan Komite Kolaborasi Kerja yang melibatkan sektor perbankan, organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, dan praktisi olahraga untuk mengelola seluruh rangkaian kegiatan Agustus mendatang secara profesional.
Sekretaris Kecamatan Rambipuji, Habib Salim, menegaskan bahwa pihak kecamatan kini tengah melakukan monitoring berkala terhadap Dokumen Proposal Kolaborasi Publik-Swasta yang telah didistribusikan. Langkah terdekat yang sedang berjalan adalah penyusunan jadwal rapat pleno teknis di tingkat desa guna memastikan tidak ada tumpang-tindih regulasi di lapangan.
"Kami tidak lagi berada di fase berwacana atau meminta-minta dana. Saat ini, tiap sektor sudah memegang peran manajerialnya masing-masing. Ini adalah implementasi nyata dari modifikasi filosofi 'ing madyo mangun karso, tut wuri handayani' yang digagas Camat Rambipuji, di mana birokrasi bertindak sebagai fasilitator dan masyarakat menjadi motor penggerak utama," jelas Habib Salim, Kamis 09 Juli 2026.
Di sektor ekonomi dan akuntabilitas, jaringan perbankan umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Rambipuji kini tengah menyiapkan staf manajer keuangan terbaik mereka. Tugas berikutnya dari tim ahli ini adalah mengaudit dan mengelola aliran kas kepanitiaan secara terbuka. Kebaruan sistem ini diadopsi untuk memastikan seluruh perayaan bersih dari praktik pungutan liar (pungli) dengan standar operasional laiknya korporasi besar.
Sementara itu, di bidang pemuda dan olahraga, agenda yang paling dinantikan adalah kejuaraan sepak bola antar-kecamatan se-Kabupaten Jember. Mantan pemain Persid Jember, Coach Rofiq, kini mulai mematangkan sistem pemetaan bakat (scouting) profesional. Program ini dirancang bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan proyek jangka panjang untuk menjaring bibit unggul dari pelosok desa menuju panggung prestasi nasional.
Pergerakan masif juga mulai terlihat di tingkat akar rumput. Komunitas pemuda dari MWC NU (GP Ansor), Muhammadiyah (Pemuda Muhammadiyah), dan LDII kini sedang melakukan konsolidasi internal. Mereka bersiap mengambil alih manajemen pengamanan serta pelaksanaan festival budaya dan keagamaan. Melalui model gotong royong modern ini, Kecamatan Rambipuji bersiap menjadi role model nasional dalam mewujudkan perayaan hari besar yang mandiri, integratif, dan berdampak jangka panjang bagi daerah. (sai)