logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Perkuat Produktivitas Pertanian, DTPHP Jember Salurkan Alsintan APBN 2026

  • 17 Juni 2026
  • Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
perkuat-produktivitas-pertanian-dtphp-jember-salurkan-alsintan-apbn-2026-20260617

Perkuat Produktivitas Pertanian, DTPHP Jember Salurkan Alsintan APBN 2026

JEMBER, 17 JUNI 2026 – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian (sapras) berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut sekaligus diisi dengan pengarahan kepada kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) penerima bantuan agar pemanfaatan alsintan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan DTPHP Kabupaten Jember itu diikuti oleh perwakilan petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pengurus kelompok tani dari 17 kelompok yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan alsintan tahun 2026.

Penyerahan bantuan dan pengarahan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian DTPHP Kabupaten Jember, Misnari, bersama jajaran DTPHP, termasuk Kosim, yang turut memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para peserta.

Bantuan alsintan yang disalurkan merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, efisiensi usaha tani, serta percepatan modernisasi sektor pertanian. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan petani dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan efektivitas pekerjaan di lapangan, dan memperoleh hasil panen yang lebih optimal.

Dalam arahannya, Misnari menekankan bahwa bantuan alsintan yang diterima kelompok tani merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan bersama anggota kelompok.

“Bantuan alsintan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Karena itu, alat yang diterima harus dimanfaatkan dengan baik, dirawat secara berkala, dan digunakan sesuai peruntukannya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program bantuan pemerintah tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari sejauh mana alat tersebut mampu meningkatkan kinerja dan hasil usaha tani di lapangan.

Menurutnya, kelompok tani penerima bantuan memiliki tanggung jawab untuk mengelola alsintan secara transparan dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, keberadaan alsintan dapat membantu lebih banyak petani dalam satu wilayah serta memperkuat kelembagaan kelompok tani.

Sementara itu, Kosim dalam kesempatan yang sama menjelaskan pentingnya peran kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan dalam menjaga keberlanjutan penggunaan bantuan yang telah diberikan pemerintah.

“Kelompok tani dan PPL harus terus berkoordinasi agar pemanfaatan alsintan berjalan efektif. Jangan sampai alat yang sudah diterima tidak digunakan secara maksimal. Dengan pendampingan yang baik, alsintan ini bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan produksi pertanian,” katanya.

Selain menyerahkan bantuan, jajaran DTPHP juga memberikan berbagai arahan teknis kepada para penerima bantuan. Materi yang disampaikan meliputi tata cara penggunaan alat, mekanisme pengelolaan kelompok, pemeliharaan alsintan, hingga tanggung jawab administrasi yang harus dipenuhi oleh kelompok penerima.

Para petani dan PPL yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memanfaatkan sesi pengarahan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pemanfaatan alsintan di wilayah masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar mampu mendukung kebutuhan petani di lapangan. Melalui komunikasi yang baik, berbagai kendala yang mungkin muncul dalam penggunaan alsintan dapat diantisipasi sejak dini.

DTPHP Kabupaten Jember berharap bantuan alsintan APBN Tahun Anggaran 2026 dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Jember. Selain mendukung percepatan proses budidaya, penggunaan teknologi pertanian modern juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dengan adanya penyerahan alsintan dan pembekalan kepada 17 kelompok tani penerima bantuan, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan sarana produksi yang memadai serta pendampingan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung terwujudnya pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Jember. (ima)

Galeri Foto