Rapat Koordinasi se-Kecamatan Arjasa dan Halal Bihalal, Bahas Kemiskinan hingga Stunting di Jember
- 30 Maret 2026
- Dibaca 141 Kali
Bagikan Via:
Rapat Koordinasi se-Kecamatan Arjasa dan Halal Bihalal, Bahas Kemiskinan hingga Stunting di Jember
JEMBER, 30 MARET 2026 – Semangat kebersamaan terasa kental di Kantor Kecamatan Arjasa pada hari Senin, 30 Maret 2026. Seluruh unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan berkumpul dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) se-Kecamatan Arjasa yang dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya, tetapi juga momentum strategis untuk menyelaraskan program kerja serta membahas berbagai isu krusial yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya terkait kemiskinan, stunting, dan penyaluran bantuan sosial.
Sejak pagi hari, peserta mulai berdatangan memenuhi aula kantor kecamatan. Tampak hadir para kepala desa se-Kecamatan Arjasa, perangkat desa, perwakilan lembaga, pendamping sosial, serta tokoh agama dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari panitia, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang menambah kekhidmatan suasana. Memasuki agenda utama, yakni rapat koordinasi, berbagai isu strategis mulai dibahas secara mendalam.
Camat Arjasa, Andri Purnomo, S.T., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antar seluruh pihak untuk menjawab tantangan pembangunan yang masih dihadapi di wilayah Jember, khususnya di Kecamatan Arjasa.
Dalam paparannya, Andri menyoroti kondisi kemiskinan yang masih menjadi persoalan serius. Ia menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, namun diperlukan kerja sama yang lebih intensif agar program-program yang ada benar-benar tepat sasaran.
“Permasalahan kemiskinan di Jember masih menjadi tantangan besar yang harus kita hadapi bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, serta seluruh elemen masyarakat agar upaya pengentasan kemiskinan ini bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain kemiskinan, isu stunting juga menjadi perhatian utama dalam rapat koordinasi tersebut. Andri mengungkapkan bahwa angka stunting di Jember masih tergolong tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. Hal ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.
“Stunting di Jember masih termasuk yang tertinggi di Jawa Timur. Ini menjadi alarm bagi kita semua. Penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi kepada masyarakat, pemenuhan gizi, hingga penguatan layanan kesehatan di tingkat desa,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa dan perangkat terkait untuk lebih aktif dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat, khususnya keluarga dengan risiko stunting. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, tidak hanya bersifat administratif semata.
Dalam kesempatan tersebut, Andri juga memaparkan terkait sosialisasi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menjadi salah satu program penting dalam upaya mengurangi beban masyarakat miskin. Bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar berupa bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng.
“Melalui program bantuan pangan non tunai ini, kita berupaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Bantuan yang diberikan berupa beras dan minyak, sehingga diharapkan bisa meringankan beban pengeluaran rumah tangga,” jelasnya.
Suasana semakin hangat ketika memasuki sesi penutup yang kembali diisi dengan nuansa Halal Bihalal. Setelah itu, seluruh peserta saling berjabat tangan dalam rangkaian Halal Bihalal, mencerminkan nilai kebersamaan dan semangat untuk saling memaafkan serta mempererat hubungan antar elemen masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat membawa semangat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sinergi yang telah dibangun melalui forum ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting di Kecamatan Arjasa.
Kegiatan hari ini menjadi bukti bahwa melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang baik, berbagai tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam Halal Bihalal pun menjadi fondasi penting dalam memperkuat langkah menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kecamatan Arjasa. (aza)