Ribuan Guru Ngaji di Jember Terima Insentif, BPKAD Pastikan Penyaluran Transparan dan Tepat Sasaran
- 19 Maret 2026
- Dibaca 172 Kali
Bagikan Via:
Ribuan Guru Ngaji di Jember Terima Insentif, BPKAD Pastikan Penyaluran Transparan dan Tepat Sasaran
JEMBER, 19 MARET 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyalurkan insentif kepada ratusan guru ngaji di seluruh wilayah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengajarkan pendidikan agama Islam. Penyerahan dilakukan serentak di sejumlah kecamatan, salah satunya di Kecamatan Jenggawah, Sabtu 19 Maret 2026.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Jember, Yuliana Harimurti, S.E., M.Si., menegaskan komitmen transparansi dalam penyaluran insentif tersebut. Ia menyebut proses verifikasi data penerima dilakukan bersama pihak kecamatan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Kami memastikan dana ini disalurkan kepada guru ngaji yang benar-benar aktif mengajar tahfiz dan pengajian Al-Qur’an, melalui verifikasi lapangan serta data yang terintegrasi,” ujar Yuliana.
Menurut dia, program ini diharapkan mampu mendorong semangat para tenaga pengajar agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Jember.
Sementara itu, dalam forum silaturahmi di Pendopo Wahyawibagraha, Bupati Jember Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait menekankan pentingnya pencairan insentif secara tepat waktu, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Saya minta sebelum Idulfitri seluruh guru ngaji sudah menerima insentif. Jika diberikan setelah Lebaran, esensi bantuan ini akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan keluarga saat hari raya,” tegasnya.
Camat Jenggawah, Soetjahyo, menjelaskan bahwa insentif diberikan kepada guru ngaji yang telah melalui proses verifikasi data. Ia mengakui sebelumnya sempat terjadi penundaan akibat adanya data yang tidak valid, sehingga penyaluran melalui pihak perbankan belum dapat dilakukan.
“Insentif ini diberikan kepada guru ngaji yang datanya sudah diverifikasi. Sebelumnya sempat tertunda karena ada data yang tidak sesuai, sehingga bank belum dapat menyalurkan bantuan,” kata Soetjahyo.
Sejumlah penerima manfaat mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah tersebut. Andini, guru ngaji asal Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, menyebut bantuan itu sangat berarti, terutama menjelang Idulfitri.
“Kami merasa dihargai dengan adanya perhatian ini. Selama ini kami mengajar dengan ikhlas. Insentif ini sangat membantu untuk kebutuhan keluarga menjelang Idulfitri. Semoga program ini terus berlanjut,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fawait (44), guru ngaji di Kecamatan Jenggawah, yang telah mengajar Al-Qur’an selama satu dekade. Ia menilai insentif tersebut menjadi dorongan moral bagi para pengajar untuk terus membina generasi muda.
“Selama ini kami mengajar dengan niat ibadah tanpa berharap imbalan. Namun, ketika pemerintah hadir memberikan perhatian, tentu ini menjadi motivasi besar untuk terus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membentuk akhlak generasi muda,” tuturnya.