Sinergi Polri dan Masyarakat Jadi Kunci Jaga Kamtibmas, Bakesbangpol Jember Dorong Penguatan Literasi dan Kewaspadaan Sosial
- 09 Juni 2026
- Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Polri dan Masyarakat Jadi Kunci Jaga Kamtibmas, Bakesbangpol Jember Dorong Penguatan Literasi dan Kewaspadaan Sosial
JEMBER, 09 JUNI 2026 – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah dinamika ekonomi global menjadi perhatian bersama berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Jember. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema "Sinergi Polri dan Masyarakat Guna Menjaga Stabilitas Kamtibmas serta Kondusivitas dalam Menyikapi Kebijakan Pemerintah di Wilayah Hukum Polres Jember" yang digelar di Dira Cafe, Kompleks Perumahan Argopuro Jember, Selasa 09 Juni 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri lebih dari 100 tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Hadir sebagai narasumber dan peserta kehormatan Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Achmad, serta Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, M. Syamsu Rijal, S.H., M.H.
Dalam paparannya, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan bahwa kondisi perekonomian global yang berpengaruh terhadap perekonomian nasional memberikan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Berbagai dampak seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, fluktuasi pasar, serta tekanan ekonomi lainnya berpotensi memengaruhi stabilitas sosial apabila tidak diantisipasi secara tepat.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa pendekatan cooling system yang selama ini dijalankan Polri harus diperkuat melalui keterlibatan aktif tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.
“Situasi ekonomi yang penuh tantangan dapat berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, diperlukan komunikasi yang efektif dan berkelanjutan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat guna memperkuat literasi ekonomi serta mencegah munculnya potensi gangguan Kamtibmas,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad, menjelaskan mengenai pengaruh situasi global dan nasional terhadap inflasi serta stabilitas ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan partisipasi aktif masyarakat.
Achmad menjelaskan bahwa Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki tugas menjaga stabilitas moneter, termasuk menjaga nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Menurutnya, saat ini nilai tukar rupiah menghadapi berbagai tekanan yang berasal dari dinamika ekonomi global sehingga diperlukan berbagai langkah strategis untuk menjaga kestabilannya.
“Penurunan nilai tukar rupiah akan berdampak pada berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, nilai tukar juga memiliki keterkaitan dengan tingkat inflasi. Di Indonesia, inflasi masih banyak dipengaruhi oleh sektor bahan pangan sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Jember, M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., menyampaikan bahwa forum diskusi semacam ini memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap berbagai dinamika yang berkembang, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun keamanan.
Menurut Syamsu Rijal, Bakesbangpol memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan nasional di daerah melalui upaya deteksi dini, pencegahan konflik, serta penguatan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga vertikal, dan masyarakat harus terus diperkuat agar berbagai tantangan yang muncul dapat dihadapi secara bersama-sama.
“Stabilitas daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui forum dialog seperti ini, masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai kondisi ekonomi maupun keamanan sehingga mampu menyikapi berbagai kebijakan pemerintah secara bijak dan proporsional,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan komunikasi publik, peningkatan literasi masyarakat, serta keterlibatan aktif tokoh masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah menjadi faktor penting dalam mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar, provokasi, maupun potensi konflik sosial.
Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti paparan para narasumber. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan oleh tokoh masyarakat terkait kondisi ekonomi, stabilitas harga kebutuhan pokok, keamanan lingkungan, hingga strategi menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Forum diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menjadi wadah komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan daerah.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman, damai, serta kondusif di Kabupaten Jember. (but)