logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan

STRATEGI PENCAPAIAN ELIMINASI PENULARAN HIV, SIFILIS DAN HEPATITIS B DARI IBU KE ANAK

  • 28 Februari 2024
  • Dibaca 983 Kali
Bagikan Via:
strategi-pencapaian-eliminasi-penularan-hiv-sifilis-dan-hepatitis-b-dari-ibu-ke-anak

STRATEGI PENCAPAIAN ELIMINASI PENULARAN HIV, SIFILIS DAN HEPATITIS B DARI IBU KE ANAK

Jember, 27 Februari 2024, bertempat diaula Jember kidul dilaksanakan kegiatan penguatan pada pengelola program dalam upaya pencegahan Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B pada anak. Pertemuan ini merupahkan sinergitas program Dinas Kesehatan bersama dengan Geliat Unair yang akan dilaksanakan selama dua hari yaitu dari tanggal 27 Februari 2024 sampai dengan 28 Februari 2024.

Perlu kita ketahui bersama bahwa saat ini, terdapat tiga penyakit infeksi yang sangat rentan untuk ditransmisikan dari ibu kepada janin yaitu infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus), Sifilis, dan Hepatitis B. Ketiga infeksi dan penyakit ini dapat menyebabkan morbiditas, disabilitas dan kematian bagi ibu dan bisa menurunkan kualitas hidup anak yang terdampak. Salah satu langkah untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah menerapkan programtriple eliminationuntuk penanggulangan penyakit ini melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 tentang eliminasi penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak.

Deteksi dini HIV, Sifilis, dan Hepatitis B saat ini sudah bisa dilakukan di Puskesmas dan dilakukan dengan tes cepat (rapid diagnostic test) menggunakan sampel darah ibu hamil. Apabila di awal deteksi ini ditemukan hasil yang positif, maka ibu hamil akan diterapi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menurunkan risiko penularan kepada bayinya. Pada ibu hamil yang memiliki hasil sifilis yang positif juga akan dilakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk melihat dan memantau perjalanan penyakit dari sifilis ini. Anak yang lahir dari ibu dengan HIV atau sifilis atau hepatitis B yang positif pasti juga akan mendapat pelayanan dalam bentuk skrining awal untuk deteksi penyakitnya dan pengobatan apabila ditemukan hasil yang positif pada anak. Upaya untuk penurunan dan eliminasi ketiga penyakit ini sangat penting untuk dilakukan di Indonesia dan harus dilakukan terintegrasi, baik dari masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah.

Jadi Strategi yang harus dilakukan antara lain:

1. Deteksi dini dan penanganan dini HIV, Sifilis dan Hepatitis B pada ibu hamil secara komprehensif berkualitas untuk menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia

2. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan profesional & sarana prasarana fasyankes multi level dan multi stakeholders yang mumpuni.

3. Penetapan Standar Prosedur Operasional pelayanan ANC setiap perempuan hamil di FKTP maupun FKRTL Pemerintah maupun Swasta

4. Meningkatkan komitmen pencegahan dan pengendalian secara efektif dan efisien serta mampu laksana

Oleh karena itu semua ibu hamil jangan ragu dan takut untuk melakukan pemeriksaan tripleeliminasi ini sebagai upaya untuk memutus penularan dan sekaligus meningkatkan kesehatan ibu hamil itu sendiri.

Dalam Penanganan Ini Ada Instilah 95 TOP yaitu

1. Test pada 95% sasaran yang ada

2. Obati bila ditemukan penyakit

3. Pencegahan pada sasaran yang belum tertular.

Dalam pertemuan ini dihadirkan narasumber yang memang sudh sangat Expert di Bidangnya antara lain dr. Aselima, dr. Nurul Ima, dr. Norma Rahayu dan perwakilan dari WHO dr. Kemi, Harapan kami tentunya dengan penguatan petugas ini dapat menurunkan kematian ibu dan bayi karena infeksi.