logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Mengering Sebabkan Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Pasokan Berkala untuk 60 KK di Kranjingan Jember

  • 21 Oktober 2026
  • Dibaca 195 Kali
Bagikan Via:
sumur-mengering-sebabkan-krisis-air-bersih-bpbd-siapkan-pasokan-berkala-untuk-60-kk-di-kranjingan-jember-20261021

Sumur Mengering Sebabkan Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Pasokan Berkala untuk 60 KK di Kranjingan Jember

JEMBER, 21 OKTOBER 2026 - Kekeringan mulai memukul kebutuhan dasar warga di Lingkungan Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) kini menghadapi keterbatasan air bersih setelah sebagian besar sumur warga mengering dan sumber air yang tersisa tidak layak dikonsumsi.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak 5.000 liter air dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga, Rabu, 21 Oktober 2026.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, mengatakan distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih yang ketiga di wilayah tersebut. Bantuan diberikan setelah tim melakukan asesmen terhadap kondisi sumber air warga bersama perangkat RT dan RW.

“Dari hasil asesmen, terdapat 60 KK yang terdampak di RT 02/RW 03. Sumur warga dengan kedalaman sekitar 6 sampai 10 meter mengalami penurunan ketersediaan air. Sebagian besar bahkan sudah mengalami kekeringan,” ujar Rezha.

Menurut dia, kondisi sumur warga cukup memprihatinkan. Dasar sejumlah sumur sudah terlihat, sementara air yang masih tersedia tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Warga sebenarnya memiliki alternatif sumber air berupa sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman. Namun, air sungai tersebut juga tidak layak dikonsumsi sehingga belum dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak.

Keterbatasan air membuat warga sebelumnya berupaya mencari solusi secara mandiri. Mereka mengalirkan air sungai ke lahan dengan harapan air meresap dan kembali mengisi sumur. Namun, cara tersebut hanya mampu bertahan sekitar tiga hari dan membutuhkan biaya yang ditanggung warga sendiri.

“Warga sudah berupaya secara mandiri dengan mengalirkan air sungai agar bisa terserap ke sumur. Namun, hanya bertahan sekitar tiga hari. Karena itu, mereka meminta bantuan air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum,” kata Rezha.

Menindaklanjuti permohonan Kelurahan Kranjingan melalui surat Nomor 600.1.16/154/35.09.03.2023/2026, TRC-PB BPBD Jember melakukan pengecekan kondisi sumur, koordinasi dengan RT/RW, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada warga.

BPBD kemudian menyalurkan 5.000 liter air bersih ke tandon yang telah disiapkan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan air warga di tengah kondisi sumber air yang terus menurun.

Namun, BPBD tidak menjadikan distribusi tersebut sebagai penanganan sekali jalan. Berdasarkan hasil asesmen, tim merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Selain bantuan air, hasil asesmen akan diteruskan kepada dinas terkait agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut terhadap persoalan sumber air di wilayah tersebut.

“Rekomendasinya, bantuan air bersih dilakukan setiap empat hari sekali sebanyak 5.000 liter. Hasil asesmen juga diteruskan kepada dinas terkait untuk penanganan selanjutnya,” ujar Reza.

BPBD bersama perangkat RT/RW dan warga akan terus memantau kondisi sumber air. Pemantauan tersebut menjadi penting karena kebutuhan warga tidak hanya untuk bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga membutuhkan solusi apabila kekeringan berlangsung lebih lama.

Dengan kondisi sumur yang terus menyusut dan sumber air alternatif yang tidak layak konsumsi, distribusi air bersih menjadi langkah darurat untuk memastikan kebutuhan dasar puluhan keluarga di Kranjingan tetap terpenuhi. (tgh)

Galeri Foto