Oleh : Kelurahan Jember Lor
Tim Pendamping Keluarga Merekap Angka Stunting Warga Jember Lor
- 02 Desember 2025
- Dibaca 451 Kali
Bagikan Via:
Tim Pendamping Keluarga Merekap Angka Stunting Warga Jember Lor
PPID.JEMBER, – Dalam rangka mendukung percepatan penurunan angka stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Pemerintah Kabupaten Jember terus menggencarkan pendampingan keluarga berisiko stunting. Kegiatan rekap data dilakukan tanggal 2 Desember 2025 di Pendopo Kelurahan Jember Lor, program ini menyasar keluarga yang memiliki balita, ibu hamil, dan remaja putri sebagai kelompok prioritas yang rentan terhadap risiko stunting.
Pendampingan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari warga Jember Lor dan kader keluarga berencana, tenaga kesehatan, dan kader PKK. TPK Jember Lor sebanyak 45 orang dibagi menjadi 15 tim berperan aktif melakukan edukasi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta mendampingi keluarga dalam penerapan pola asuh, pola makan, dan sanitasi yang baik. Menurut data BKKBN, indikator keluarga berisiko stunting mencakup beberapa hal, antara lain:1. Ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK) atau anemia.
2. Balita dengan berat badan tidak sesuai usia.
3. Keluarga dengan sanitasi buruk dan tidak memiliki akses air bersih.
4. Keluarga dengan status sosial ekonomi rendah.
5. Pola asuh dan pengetahuan gizi yang belum memadai.Kegiatan pendampingan di Kelurahan Jember Lor berlangsung aktif dengan kunjungan ke rumah secara berkala. Salah satu kader TPK menyebut bahwa edukasi langsung ke rumah warga lebih efektif karena bisa menyesuaikan kondisi masing-masing keluarga. "Kami sampaikan pentingnya gizi seimbang, periksa kehamilan rutin, hingga pentingnya air bersih. Harapannya, keluarga sadar dan berubah,” ujar Ibu Sunarti sebagai pemateri BKKBN. Melalui program ini, diharapkan kasus stunting bisa ditekan sejak hulu, yaitu dari keluarga. Peran serta masyarakat dan sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan Jember menekan angka stunting, menuju generasi emas yang sehat dan bebas stunting seperti yang diprioritaskan oleh Bupati Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember dengan jargon Jember Baru Jember Maju.