Tim URC DPUPR Jember Bergerak di Rembangan, Drainase Dibersihkan dan Sayap Saluran Dipasang
- 28 September 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Tim URC DPUPR Jember Bergerak di Rembangan, Drainase Dibersihkan dan Sayap Saluran Dipasang
JEMBER, 28 SEPTEMBER 2026 - Kondisi saluran drainase di sepanjang Jalan Raya Rembangan, Kecamatan Arjasa, menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember. Pada Senin, 28 September 2026, melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC), DPUPR Kabupaten Jember melakukan pembersihan drainase sekaligus pemasangan sayap saluran di salah satu titik yang membutuhkan penanganan.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi saluran air agar tetap berjalan dengan baik. Drainase yang dipenuhi material maupun endapan dapat menghambat aliran air, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Jika kondisi tersebut dibiarkan, air berpotensi meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas.
Tim URC turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi saluran sekaligus melakukan penanganan pada bagian yang dinilai perlu dibenahi. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat material yang berada di dalam maupun sekitar saluran sehingga jalur aliran air dapat kembali lebih terbuka.
Tidak hanya melakukan pembersihan, penanganan kali ini juga dilengkapi dengan pemasangan sayap saluran. Bagian tersebut berfungsi membantu mengarahkan sekaligus menjaga aliran air agar tetap berada pada jalurnya. Pemasangan dilakukan pada titik yang membutuhkan penguatan sehingga konstruksi saluran dapat lebih tertata dan tidak mudah mengalami perubahan akibat aliran air.
Korwil Arjasa, Eko Margiono, mengatakan penanganan dilakukan dengan melihat kondisi yang ada di lapangan. Menurutnya, keberadaan saluran yang berfungsi dengan baik menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi jalan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kami melakukan pembersihan drainase sekaligus pemasangan sayap saluran di Jalan Raya Rembangan. Kondisi saluran kami benahi agar aliran air bisa lebih lancar dan tidak mengarah atau meluber ke badan jalan,” ujar Eko Margiono.
Menurut Eko, pekerjaan di lapangan tidak hanya berfokus pada membersihkan saluran dari material yang menghambat. Tim juga memperhatikan bagian-bagian saluran yang membutuhkan penanganan tambahan agar aliran air bisa lebih terarah.
Hal tersebut penting karena saluran drainase memiliki fungsi yang berkaitan langsung dengan kondisi jalan. Air yang tidak mengalir sebagaimana mestinya dapat mencari jalur lain, termasuk mengalir di atas permukaan jalan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan apabila terus terjadi.
“Yang kami lihat bukan hanya salurannya kotor atau tidak. Kami juga melihat bagaimana air mengalir dan bagian mana yang perlu diperkuat. Karena itu selain pembersihan, ada pemasangan sayap saluran di titik yang membutuhkan,” lanjutnya.
Jalan Raya Rembangan sendiri menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Arus kendaraan yang melintas membuat kondisi infrastruktur jalan dan kelengkapannya perlu terus diperhatikan. Salah satunya adalah keberadaan drainase yang mampu mengalirkan air dari kawasan sekitar sehingga tidak mengganggu badan jalan.
Penanganan yang dilakukan Tim URC juga menunjukkan bahwa pekerjaan infrastruktur tidak selalu berupa pembangunan dalam skala besar. Pekerjaan sederhana seperti membersihkan saluran, mengangkat material yang menyumbat, hingga memperbaiki bagian saluran yang membutuhkan penguatan dapat memberikan dampak terhadap kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Terlebih ketika memasuki periode dengan potensi curah hujan yang meningkat. Saluran yang terbuka dan memiliki jalur aliran yang jelas akan membantu air bergerak menuju titik pembuangan tanpa menggenangi permukaan jalan.
Dalam pelaksanaannya, Tim URC melakukan pekerjaan secara langsung di lokasi dengan menyesuaikan kondisi saluran yang ada. Material yang menghambat aliran dibersihkan, sementara bagian saluran yang membutuhkan penguatan ditangani melalui pemasangan sayap saluran.
Eko menambahkan, kondisi drainase di wilayah Arjasa juga perlu mendapat perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah melalui penanganan infrastruktur, masyarakat di sekitar jalan juga memiliki peran dalam menjaga agar saluran tidak kembali dipenuhi sampah maupun material yang dapat menghambat aliran.
“Kami berharap setelah dibersihkan, saluran ini bisa tetap dijaga. Jangan sampai ada sampah atau material lain yang masuk ke saluran dan akhirnya membuat alirannya kembali terganggu,” pungkasnya. (yan)