Usai Orientasi Pesantren Sehat, DinkesPPKB Jember Siapkan Pendampingan SAJADAH
- 21 Agustus 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Usai Orientasi Pesantren Sehat, DinkesPPKB Jember Siapkan Pendampingan SAJADAH
JEMBER, 21 AGUSTUS 2026 – Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember menyiapkan tindak lanjut setelah pelaksanaan Orientasi Pesantren Sehat sebagai bagian dari dukungan terhadap program SAJADAH (Santri Jatim Sehat dan Berkah) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Orientasi tersebut digelar di Aula Timur Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu (19/8/2026), dengan melibatkan Kepala DinkesPPKB Jember, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kepala Bidang P2P, tenaga promosi kesehatan dari tiga puskesmas, pengurus pondok pesantren, serta perwakilan santri.
Tiga pesantren akan menjadi sasaran pendampingan, yakni Ponpes Nurul Chotib Jombang, Ponpes Nurul Inaroh Bangsalsari, dan Ponpes Daruh Hidayah Sukorejo.
Kepala DinkesPPKB Jember bapak Muhammad Zamroni mengatakan, orientasi menjadi tahap awal untuk memberikan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan dalam memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren.
“Keberadaan Poskesren dapat melaksanakan pelayanan di pondok pesantren secara maksimal. Oleh karena itu, untuk mendukung semua itu kita harus tahu apa yang harus kita lakukan melalui orientasi pesantren ini,” ujar bapak Zamroni.
Setelah orientasi, pendampingan menjadi langkah berikutnya. DinkesPPKB Jember akan mendorong pesantren untuk mampu mengenali kondisi dan persoalan kesehatan yang ada di lingkungannya. Salah satu tahapan yang direncanakan yakni Survei Mawas Diri (SMD) untuk memetakan berbagai masalah kesehatan sekaligus menentukan kebutuhan dan prioritas penanganan.
Hasil tersebut selanjutnya akan menjadi bahan dalam tahapan MMPP (Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren) sebagai bagian dari proses tindak lanjut dan pembahasan bersama. Pendampingan diharapkan mampu mengubah materi orientasi menjadi penerapan nyata di lingkungan pesantren.
Materi yang diberikan dalam orientasi meliputi kesehatan lingkungan, PHBS, sanitasi, gizi santri, kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular, K3, hingga kesehatan mental.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DinkesPPKB Jember dr. Gini, Ibu Triya ketua tim progam promosi kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat dinkesppkb, serta Kepala Bidang P2P DinkesPPKB Jember dr. Rita turut memberikan pembekalan kepada peserta.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk menciptakan lingkungan pesantren yang sehat. Lebih jauh, DinkesPPKB Jember berharap pendampingan dapat mendorong terwujudnya santri yang mandiri dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.
Dengan demikian, orientasi menjadi titik awal, pendampingan menjadi proses berikutnya, dan kemandirian santri menjadi target yang ingin diwujudkan melalui program SAJADAH di Kabupaten Jember. (fam)