HSN 2026 di Kecamatan Sumbersari Meriah, Mesin Cuci Jadi Hadiah Utama Jalan Santai Bersarung
- 26 Oktober 2026
- Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
HSN 2026 di Kecamatan Sumbersari Meriah, Mesin Cuci Jadi Hadiah Utama Jalan Santai Bersarung
JEMBER, 26 OKTOBER 2026 – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, berlangsung meriah. Berbagai hadiah doorprize disiapkan untuk memeriahkan kegiatan, dengan hadiah utama berupa mesin cuci.
Rangkaian kegiatan peringatan HSN 2026 tersebut meliputi apel Hari Santri di Lapangan Wirolegi, yang dilanjutkan dengan jalan santai mengenakan sarung. Kegiatan ini diikuti warga dan peserta dari berbagai kalangan yang turut memeriahkan peringatan Hari Santri, Minggu 25 Oktober 2026.
Dalam kegiatan jalan santai, peserta mendapatkan kupon undian untuk berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik. Selain mesin cuci sebagai hadiah utama, panitia juga menyediakan sejumlah hadiah lain, di antaranya kipas angin, kompor, serta berbagai hadiah lainnya.
Ketua MWC NU Kecamatan Sumbersari, Abdul Rasyid, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan peringatan Hari Santri tahun ini. Menurutnya, kegiatan berlangsung sesuai harapan dan lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Hari Santri tahun 2026 untuk MWC NU Sumbersari berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Alhamdulillah, diberi kesuksesan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” ujarnya.
Ia juga menilai kemeriahan kegiatan tahun ini terlihat dari penyelenggaraan acara hingga banyaknya hadiah doorprize yang disiapkan bagi peserta. Mengingat MWC NU Kecamatan Sumbersari menyiapkan kompor, kipas angin hingga mesin cuci sebagai hadiah utama.
“Alhamdulillah, pada tahun ini lebih meriah dari tahun-tahun kemarin. Dari segi doorprize-nya juga lebih baik dari tahun-tahun kemarin,” katanya.
Sementara, Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, S.IP., M.M., dalam momen HSN 2026, mengajak para santri di Kabupaten Jember, khususnya Kecamatan Sumbersari, untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan pendahulu bangsa melalui karya serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus dilanjutkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat maupun pembangunan bangsa.
“Mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan mengenang. Kita harus melanjutkan perjuangan dan semangat pengabdian melalui karya serta kontribusi nyata bagi Indonesia,” kata Deni. (fat)