logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Penyuluhan Uji Kandungan Elektrolit Pada Berbagai Macam Pupuk Organik

  • 07 April 2022
  • Dibaca 3650 Kali
Bagikan Via:
penyuluhan-uji-kandungan-elektrolit-pada-berbagai-macam-pupuk-organik

Penyuluhan Uji Kandungan Elektrolit Pada Berbagai Macam Pupuk Organik

Berkurangnya alokasi dan penyesuaian dosis pupuk subsidi bagi petani, mendorong banyak petani beralih menggunakan pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan biaya produksi, dimana tidak selalu diikuti oleh peningkatan produksi tanaman secara kualitas maupun kuantitas. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan pupuk kimia yang kurang efektif dan efisien.

Pembuatan pupuk pengganti merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk mengatasi masalah terkait kelangkaan dan mencuatnya harga pupuk kimia.

Pembuatan dan penggunaan pupuk organik berbahan sumber daya lokal yang banyak tersedia di sekitar merupakan salah satu alternatif solusinya. Kualitas dari pupuk organik juga dapat ditinjau dari jumlah unsur hara makro (NPK) serta kandungan elektrolit (K O) yang dikandungnya. Tanaman menyerap unsur hara makro dalam bentuk ion, seperti ion ortofosfat primer dan sekunder. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melihat kualitas dari pupuk organik adalah melalui pengujian pada kandungan zat elektrolitnya.

Pada hari Rabu, 6 April 2022, tim penyuluh pertanian dan petugas POPT Kecamatan Sukorambi, memberikan penyuluhan mengenai uji kandungan elektrolit pada berbagai macam pupuk organik dan juga pupuk kimia kepada 20 peserta sekolah lapang di Kelompok Tani Sri Tanjung, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Pupuk organik yang diujikan adalah pupuk bokasi dari kotoran sapi dan pupuk organik cair PGPR. Sedangkan pupuk kimia yang diuji adalah urea subsidi, NPK Phonska, NPK Mutiara, SP36, ZA, KCL, NPK Pak Tani, dan Saprodap.

Seluruh sample di masukkan ke dalam gelas plastik dan di beri air secukupnya lalu masing-masing larutan di uji kandungan elektrolitnya (ion) menggunakan alat yang berupa pipa paralon ukuran 2" lengkap dengan sambungan serta di beri kabel penghubung dan lampu/bohlam sebagai indikatornya. Pada uji coba tersebut nyala lampu/bohlam yang paling terang/kuat cahayanya ada pada larutan PGPR, NPK Mutiara, NPK Phonska, ZA dan Pupuk Bokashi. Dapat disimpulkan bahwa semakin terang lampu indikator, maka KO (kandungan elektrolit/ion) pada pupuk tersebut semakin tinggi, sehingga unsur hara dalam larutan tersebut akan lebih mudah diserap oleh tanaman.

Dengan demikian, penggunaan pupuk organik, baik bokasi maupun PGPR juga efektif dan efisien sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman.