60 KK di Kranjingan Jember Terdampak Kekeringan, BPBD Rekomendasikan Bantuan Air Bersih
- 13 Oktober 2026
- Dibaca 69 Kali
Bagikan Via:
60 KK di Kranjingan Jember Terdampak Kekeringan, BPBD Rekomendasikan Bantuan Air Bersih
JEMBER, 13 Oktober 2026 – Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, terdampak kekeringan. Sebagian besar sumur warga mengalami penurunan debit hingga mengering dan tidak lagi layak digunakan sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen di RT 02/RW 03, Lingkungan Pakem, Selasa, 13 Oktober 2026. Asesmen dilakukan menindaklanjuti surat Kelurahan Kranjingan Nomor 600.1.16/154/35.09.03.2023/2026 tentang permohonan bantuan air.
TRC BPBD Jember melakukan pengecekan terhadap kondisi sumur dan sumber air warga dengan didampingi perangkat RT/RW setempat.
Tim TRC BPBD Jember, Zaenudin Permana, mengatakan sumur warga di wilayah tersebut umumnya memiliki kedalaman sekitar 6 hingga 10 meter. Namun, ketersediaan air terus menurun akibat kondisi kekeringan.
“Sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan. Bahkan dasar sumur sudah terlihat dan air yang tersisa tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Zaenudin.
Menurut dia, warga sebenarnya memiliki sumber air alternatif berupa sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman. Namun, air sungai tersebut juga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak karena kondisinya tidak layak konsumsi.
Warga sebelumnya berupaya mengatasi kondisi tersebut secara mandiri dengan mengalirkan air sungai ke tanah agar meresap dan mengisi kembali sumur. Upaya itu hanya mampu bertahan sekitar tiga hari.
“Warga sudah berupaya secara mandiri dengan mengalirkan air sungai agar terserap ke sumur. Namun, hasilnya hanya bertahan sekitar tiga hari,” ujar Zaenudin.
Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan pasokan air bersih, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak dan minum.
Berdasarkan hasil asesmen, TRC BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali. BPBD juga merekomendasikan penyediaan dua tandon air di lokasi terdampak untuk memudahkan warga mendapatkan pasokan air.
Pendistribusian bantuan air bersih akan dilakukan setelah kesiapan pangkalan atau titik penampungan dipastikan. Hasil asesmen selanjutnya juga akan diteruskan kepada dinas terkait sebagai bahan penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, TRC BPBD Jember telah melakukan koordinasi dengan perangkat RT/RW, survei lokasi, pengecekan sumur warga, asesmen kondisi kekeringan, serta dokumentasi sebagai dasar penanganan.
“Rekomendasi kami adalah distribusi air bersih dan penyediaan tandon untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak,” kata Zaenudin.
Tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan asesmen yang melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat RT/RW, dan warga setempat.(tgh)