logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Melanda Kaliwining, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 120 KK

  • 26 Agustus 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-melanda-kaliwining-bpbd-jember-salurkan-5000-liter-air-bersih-untuk-120-kk-20260826

Kekeringan Melanda Kaliwining, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 120 KK

JEMBER, 26 AGUSTUS 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Kali ini, bantuan menyasar warga di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya ketersediaan air sejak akhir Juli 2026.

Distribusi bantuan air bersih dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.40 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat, tim langsung menyalurkan air bersih sebanyak 5.000 liter ke tandon milik BPBD yang telah tersedia di lokasi.

Berdasarkan hasil asesmen, wilayah RW 13 Desa Kaliwining belum memiliki jaringan pipanisasi. Kondisi tersebut membuat masyarakat masih bergantung pada sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, memasuki musim kemarau, debit air sumur mulai menurun, bahkan sebagian sumur warga dilaporkan telah mengering. Air yang masih tersedia juga mulai mengalami perubahan kondisi dan mengeluarkan bau kurang sedap.

Dampak kekeringan dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah. Di RT 07/RW 13 terdapat sekitar 40 KK terdampak dari total 75 KK. Kemudian RT 08/RW 13 sekitar 20 KK dari 70 KK, RT 09/RW 13 sekitar 40 KK dari 65 KK, serta RT 11/RW 14 sekitar 20 KK dari 50 KK. Secara keseluruhan, terdapat 120 KK yang membutuhkan dukungan pasokan air bersih.

Selain mengandalkan sumur, sebagian warga terpaksa mencari sumber air alternatif. Sumur bor terdekat berada sekitar satu kilometer dari permukiman. Sementara itu, untuk kebutuhan mandi, sebagian warga memanfaatkan Sungai Bedadung. Namun, kondisi air sungai dilaporkan keruh dan debitnya mulai berkurang sehingga belum dapat menjadi solusi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

TRC BPBD Jember tidak hanya melakukan distribusi air, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau. Penanganan selesai sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung aman serta terkendali.

TRC BPBD Jember, Septa Tri Satya Budi, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah cepat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami melakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat kondisi dan kebutuhan warga. Dari hasil asesmen, terdapat sekitar 120 KK yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, BPBD menyalurkan 5.000 liter air untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujar Septa.

Menurutnya, bantuan air bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. BPBD merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali, dengan memanfaatkan tiga tandon milik BPBD serta satu tandon hibah BPBD yang berada di rumah Kepala Dusun.

BPBD Jember juga merekomendasikan adanya dukungan dari instansi terkait, termasuk pengusulan bantuan distribusi air bersih kepada BBWS Brantas Jawa Timur berupa tangki berkapasitas 5.000 liter. Langkah tersebut dinilai penting karena wilayah terdampak berada dalam kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung.

Dengan adanya distribusi tersebut, BPBD berharap kebutuhan dasar warga dapat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang masih dapat berlangsung selama musim kemarau 2026. (bob)

Galeri Foto