Air Mata Syukur Keluarga Mbah Suwana Menyambut Program Homecare, Camat Rifendi: Komitmen Hadirkan Pelayanan Terintegrasi
- 08 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Air Mata Syukur Keluarga Mbah Suwana Menyambut Program Homecare, Camat Rifendi: Komitmen Hadirkan Pelayanan Terintegrasi
JEMBER, 8 JULI 2026 - Tim medis Puskesmas Pakusari melakukan kunjungan langsung ke kediaman Mbah Suwana, seorang lansia yang terbaring sakit, guna memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh melalui program homecare pada Selasa, 7 Juli 2026. Program inovatif ini dirancang khusus untuk menjangkau para lansia non-potensial dan warga sakit kronis yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk datang ke fasilitas kesehatan. Tidak hanya membawa bantuan medis, aksi jemput bola ini juga disinergikan dengan Pemerintah Kecamatan Pakusari yang langsung memproses pemenuhan hak identitas berupa pembuatan KTP di tempat, sehingga Mbah Suwana dapat segera mengakses jaminan kesehatan gratis yaitu Universal Health Coverage (UHC) yang merupakan Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.
Suasana haru sekaligus lega luar biasa menyelimuti rumah sederhana tempat Mbah Suwana terbaring lemah. Air mata syukur tak bendung menetes dari wajah Ibu Mutik, keponakan yang selama ini merawat Mbah Suwana, saat menyaksikan dr. Wiwik beserta perangkat kecamatan masuk ke dalam kamar dan memberikan perhatian yang sangat besar. Bagi Ibu Mutik, kehadiran petugas yang datang langsung ke kasur Mbah Suwana adalah sebuah berkah luar biasa yang meringankan beban mental dan finansialnya, mengingat keterbatasan fisik sang bibi membuat pengobatan ke luar rumah selama ini terasa sangat sulit dilakukan.
Sebagai keponakan yang mendampingi proses pemeriksaan dari awal hingga akhir, Ibu Mutik mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian nyata yang ditunjukkan oleh dr. Wiwik beserta seluruh tim yang terlibat.
"Kami benar-benar berterima kasih dan merasa sangat dibantu dengan adanya program ini. Selama ini kami kebingungan bagaimana cara membawa Mbah Suwana berobat karena kondisinya yang hanya bisa berbaring di kasur. Alhamdulillah, dokter dan petugas desa justru rela datang langsung ke kamar, memeriksa kesehatan Mbah, bahkan langsung mengurus KTP di tempat agar nanti bisa dapat UHC gratis. Layanan seperti ini benar-benar meringankan beban kami sebagai keluarga," ungkap Ibu Mutik dengan suara bergetar menahan haru.
Aksi tanggap darurat kesehatan dan pemenuhan hak sipil ini mendapat apresiasi serta tanggapan positif dari Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti. Ia menegaskan bahwa pelayanan integratif lintas sektoral seperti ini merupakan instruksi langsung guna memastikan negara hadir secara personal di tengah masyarakat prasejahtera dan kelompok rentan.
"Kami sangat mengapresiasi gerak cepat tim Puskesmas Pakusari, dr. Wiwik, serta jajaran pemerintah desa dan kecamatan yang berkolaborasi apik di lapangan. Program jemput bola ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk meruntuhkan sekat birokrasi demi memuliakan warga kecil. Pelayanan kesehatan dan administrasi kependudukan harus berjalan beriringan. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga di wilayah Kecamatan Pakusari, khususnya para lansia yang sedang sakit, terabaikan hak sehat maupun hak sipilnya," tegas Camat Rifendi Wahjuwibakti saat memberikan keterangan resmi.
Kolaborasi ini menjadi jaring pengaman sosial yang kuat di tingkat akar rumput. Terbitnya KTP baru milik Mbah Suwana tanpa harus keluar rumah kini membuka jalan lebar untuk mendapatkan jaminan kesehatan gratis dari pemerintah, menghadirkan ketenangan serta senyuman kembali di tengah keluarganya. (zal)