logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Air Sumur Tak Lagi Layak, 135 KK di Patrang Bergantung Bantuan Air Bersih

  • 08 Oktober 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
air-sumur-tak-lagi-layak-135-kk-di-patrang-bergantung-bantuan-air-bersih-20261008

Air Sumur Tak Lagi Layak, 135 KK di Patrang Bergantung Bantuan Air Bersih

JEMBER, 08 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Kali ini, distribusi dilakukan di Lingkungan Cangkring dan Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kamis 08 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan distribusi air bersih ke-5 sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber air warga yang mulai mengering.

Berdasarkan laporan BPBD Jember, kekurangan air bersih telah dirasakan warga sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah sumur milik warga mulai mengering dan air yang tersedia tidak lagi layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dampaknya cukup signifikan. Warga yang membutuhkan air terpaksa harus menempuh jarak sekitar satu kilometer dari rumah menuju sungai untuk mendapatkan sumber air.

Di Lingkungan Cangkring, kekeringan berdampak terhadap 50 kepala keluarga dari total 64 KK di RT 002/RW 003. Sementara di RT 001/RW 003, sebanyak 65 KK dari total 80 KK turut terdampak.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Srikoyo, Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang. Sebanyak 20 KK di RT 04/RW 09 terdampak kekurangan air bersih.

Secara keseluruhan, terdapat 135 KK yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut.

Tim BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12.45 WIB dan tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Selain melakukan pendampingan, BPBD bersama Baznas Jawa Timur melalui Baznas Jember menyalurkan bantuan air bersih dengan memanfaatkan tandon yang telah tersedia di sejumlah titik.

Sebanyak 2.500 liter air bersih disalurkan menggunakan satu truk tangki. Bantuan tersebut didistribusikan ke tandon-tandon milik BPBD yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Warga kami imbau untuk menghemat penggunaan air bersih, mengingat kondisi sumber air masih terbatas,” ujar Didi Teguh Dwi Santoso, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember.

Hingga Kamis (8/10/2026), total bantuan air bersih yang telah disalurkan ke wilayah tersebut mencapai 20.000 liter.

BPBD Jember mencatat terdapat empat tandon milik BPBD yang tersedia di lokasi. Keberadaan tandon tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mempermudah warga mendapatkan bantuan air bersih sekaligus mempercepat distribusi ketika pasokan kembali dikirimkan.

Dalam pelaksanaan distribusi, tim juga menghadapi kendala di lapangan. Material bangunan berupa pasir menutup akses truk tangki sehingga kendaraan mengalami kesulitan untuk menjangkau dua tandon yang berada di Lingkungan Cangkring.

BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih tetap dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter. Selain itu, penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait agar persoalan kekurangan air bersih di wilayah tersebut dapat ditangani secara berkelanjutan.

Kegiatan distribusi air bersih ini dilaksanakan BPBD Kabupaten Jember bersama Baznas, Ketua RT/RW, serta warga setempat. Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan sesuai SK Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Dengan distribusi yang dilakukan secara berkala, BPBD Jember berharap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih untuk minum dan keperluan rumah tangga, tetap dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto