Antirogo Ramaikan Tajemtra 2026, Teguh: Bukan Sekadar Jalan 30 Kilometer
- 05 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Antirogo Ramaikan Tajemtra 2026, Teguh: Bukan Sekadar Jalan 30 Kilometer
JEMBER, 05 SEPTEMBER 2016 – Tajemtra 2026 tak hanya menjadi magnet bagi puluhan ribu peserta dari berbagai wilayah. Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, turut mengambil bagian dalam gerak jalan tradisional Tanggul-Jember tersebut. Keikutsertaan itu menjadi penanda bahwa tradisi legendaris Jember masih mendapat tempat kuat di tengah masyarakat.
Rombongan Kelurahan Antirogo bersama peserta lainnya menempuh rute sekitar 30 kilometer, dari Alun-Alun Tanggul hingga Alun-Alun Jember, Sabtu, 05 September 2026. Bagi Antirogo, Tajemtra bukan sekadar aktivitas fisik atau olahraga massal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya masyarakat sekaligus momentum menjaga tradisi daerah.
Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, mengatakan keterlibatan warganya merupakan bentuk dukungan terhadap keberlangsungan Tajemtra sebagai salah satu tradisi yang telah melekat dengan masyarakat Jember.
“Bagi kami, Tajemtra bukan sekadar berjalan 30 kilometer. Ada semangat kebersamaan, silaturahmi, dan upaya menjaga tradisi yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Jember,” ujar Teguh.
Menurut dia, kekuatan Tajemtra justru terletak pada kemampuannya menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka berjalan dalam satu rute, menikmati suasana yang sama, serta saling memberikan semangat hingga mencapai garis finis.
Teguh menilai suasana tersebut menjadi nilai penting yang harus terus dipertahankan. Sebab, di tengah perkembangan zaman, tradisi daerah membutuhkan keterlibatan masyarakat agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah.
“Tradisi akan tetap hidup kalau masyarakat ikut merasa memiliki. Karena itu, kami mengajak generasi muda untuk ikut mengenal, menikmati, sekaligus menjaga Tajemtra,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap Tajemtra tahun ini memang terbilang luar biasa. Data panitia mencatat sebanyak 25.613 peserta ambil bagian. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi dalam pelaksanaan Tajemtra periode 2015–2026.
Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan dua pelaksanaan sebelumnya. Pada 2024, jumlah peserta tercatat 15.155 orang. Sedangkan pada 2025 sebanyak 15.171 peserta.
Peserta mulai diberangkatkan dari Alun-Alun Tanggul sekitar pukul 13.00 WIB. Dari titik tersebut, mereka bergerak menuju pusat Kabupaten Jember dengan menempuh lintasan sekitar 30 kilometer.
Sepanjang jalur, suasana Tajemtra terasa semarak. Warga dari berbagai daerah turut memadati sejumlah titik untuk menyaksikan peserta yang melintas. Tak sedikit pula masyarakat yang memberikan dukungan kepada peserta hingga perjalanan berakhir.
Tajemtra 2026 juga diikuti Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran unsur pemerintah daerah semakin menegaskan bahwa Tajemtra bukan semata agenda olahraga, melainkan bagian dari tradisi dan identitas masyarakat Jember.
Selain aspek budaya dan kebersamaan, gelaran tersebut juga memiliki potensi ekonomi. Ribuan peserta dan masyarakat yang berkumpul di sepanjang jalur memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan manfaat dari tingginya aktivitas warga.
Bagi Kelurahan Antirogo, keikutsertaan dalam Tajemtra menjadi bagian dari upaya merawat tradisi melalui keterlibatan langsung masyarakat. Langkah puluhan kilometer yang ditempuh bukan sekadar perjalanan menuju garis finis, tetapi juga simbol kebersamaan untuk mempertahankan sebuah tradisi yang telah menjadi bagian dari wajah Jember.
Teguh berharap semangat tersebut tidak berhenti pada Tajemtra 2026. Ia ingin kegiatan serupa terus mendapatkan dukungan masyarakat dan pemerintah sehingga mampu bertahan serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami bangga bisa ikut menjadi bagian dari Tajemtra tahun ini. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang terlibat dan Tajemtra terus menjadi tradisi yang dicintai masyarakat Jember,” pungkasnya. (dan)