Apresiasi Penjaga Akhlak, Ratusan Guru Ngaji di Ajung Jember Terima Insentif
- 11 Maret 2026
- Dibaca 152 Kali
Bagikan Via:
Apresiasi Penjaga Akhlak, Ratusan Guru Ngaji di Ajung Jember Terima Insentif
JEMBER, 11 MARET 2026 - Pemerintah Kecamatan Ajung, Jember, menyalurkan insentif bagi ratusan guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membimbing spiritualitas dan akhlak generasi muda.
Penyaluran bantuan tunai ini menyasar para pengajar Al-Qur'an di Desa Klompangan yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan religi di tingkat akar rumput.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026 ini mencatat sebanyak 117 guru ngaji di wilayah Desa Klompangan masuk dalam daftar penerima manfaat. Mereka merupakan para pendidik aktif yang mengajar di berbagai mushola, masjid, hingga lembaga pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pencairan berjalan tertib. Sebanyak 110 guru hadir langsung memenuhi tahapan administrasi dan verifikasi data. Sementara itu, tujuh orang lainnya berhalangan hadir karena berbagai alasan.
"Empat orang di antaranya, yakni Moh. Toha Muhtar, Ulfatur Rodiyah, Indana Zulfa Mardhotillah, dan Istianah, absen karena ada agenda lain yang bersamaan," tulis keterangan resmi panitia penyelenggara.
Satu orang penerima atas nama Kholisatul Labibah dilaporkan sakit, sedangkan dua lainnya, Sunarto dan Marwiyatul Kiptiyah, tercatat absen tanpa keterangan. Meski demikian, panitia memastikan hak para guru tersebut tetap terdata sesuai prosedur yang berlaku.
Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Klompangan, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa insentif ini merupakan simbol kehadiran negara dan pemerintah desa dalam mendukung keberlangsungan pendidikan agama.
"Guru ngaji memiliki peran vital. Kami berharap insentif ini menjadi penyemangat agar mereka tetap istiqomah dalam mengabdi dan membimbing masyarakat," ujar Purnomo di sela-sela pemantauan kegiatan.
Senada dengan itu, Sekretaris Kecamatan Ajung, Bagus Hendrawan, menilai keberadaan guru ngaji memiliki nilai strategis dalam membangun karakter bangsa. Bagus menyebut dukungan ini harus terus berlanjut agar ekosistem pendidikan Al-Qur'an di desa-desa tidak terputus.
"Melalui bimbingan mereka, generasi muda tidak hanya sekadar membaca, tapi memahami nilai-nilai agama dan memiliki akhlakul karimah," tutur Bagus.
Selain sebagai momen pencairan bantuan, agenda ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-pengajar. Para guru tampak antusias berbagi pengalaman mengenai tantangan mengajar di lingkungan masing-masing.
Penyaluran insentif tahun anggaran 2026 ini diharapkan mampu memperkuat komitmen masyarakat Desa Klompangan dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia di masa depan. (ikh)