ASN Jember Turun Langsung Verifikasi Data Kemiskinan, Camat Sumberbaru: Bangun Empati dan Pelayanan Nyata
- 20 April 2026
- Dibaca 393 Kali
Bagikan Via:
ASN Jember Turun Langsung Verifikasi Data Kemiskinan, Camat Sumberbaru: Bangun Empati dan Pelayanan Nyata
JEMBER, 19 APRIL 2026 — Pemerintah Kabupaten Jember menggerakkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin kategori Desil 1. Langkah ini tidak semata bertujuan memperbarui data, tetapi juga membentuk kepekaan sosial para ASN terhadap kondisi nyata masyarakat.
Camat Sumberbaru, Mohamad Faridj Wadjdi, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan langsung ASN di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun empati. Menurutnya, selama ini banyak data kemiskinan hanya dipahami dalam bentuk angka, sehingga dengan turun langsung, ASN dapat melihat kondisi riil warga yang membutuhkan bantuan.
“Melalui kegiatan ini, ASN tidak hanya memastikan data akurat, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Pemkab Jember melibatkan sekitar 22 ribu ASN untuk memverifikasi kurang lebih 97 ribu warga miskin. Setiap ASN mendapat tanggung jawab memverifikasi tiga hingga lima warga. Bahkan, sebagian ASN ditugaskan di luar wilayah domisili untuk pemerataan beban kerja sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap kondisi sosial di berbagai wilayah.
Bupati Jember, Mohammad Fawait, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis dan responsif. Ia menekankan bahwa akurasi data kemiskinan menjadi kunci utama dalam menentukan kebijakan bantuan sosial.
“Data yang valid akan memastikan setiap program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Namun lebih dari itu, kami ingin ASN memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi masyarakat,” kata Fawait.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman turun langsung ke lapangan diharapkan mampu mengubah pola pikir ASN agar tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga berorientasi pada pelayanan.
Pelaksanaan verval dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 April 2026 dan memungkinkan untuk diperpanjang. Kegiatan dilakukan di luar jam kerja, seperti setelah jam kantor atau pada hari libur. Meski fleksibel, setiap ASN tetap diwajibkan melaporkan hasil verval secara mandiri melalui akun masing-masing.
Camat Faridj menilai, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ASN sebagai pelayan masyarakat. “Dengan melihat langsung kondisi warga, akan tumbuh rasa tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemkab Jember berharap tidak hanya menghasilkan data kemiskinan yang lebih akurat, tetapi juga membentuk karakter ASN yang lebih peka, responsif, dan berkomitmen dalam melayani masyarakat secara optimal.(JH8)