logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Bakesbangpol Jember dan BNNK Lumajang Perkuat Satgas P4GN, Sasar Pelajar Cegah Narkoba

  • 09 Agustus 2026
  • Dibaca 55 Kali
Bagikan Via:
bakesbangpol-jember-dan-bnnk-lumajang-perkuat-satgas-p4gn-sasar-pelajar-cegah-narkoba-20260809

Bakesbangpol Jember dan BNNK Lumajang Perkuat Satgas P4GN, Sasar Pelajar Cegah Narkoba

JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 – Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Jember terus menjadi perhatian serius. Modus peredaran yang semakin beragam, termasuk penyamaran narkotika dalam bentuk atau kemasan yang tampak menarik dan aman, mendorong pemerintah daerah bersama berbagai unsur terkait untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

Upaya tersebut dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang selaku pembina wilayah kerja Jember melalui Rapat Koordinasi dan Aksi Lapangan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Sabtu 08 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bakesbangpol Kabupaten Jember tersebut dihadiri jajaran Bakesbangpol Jember, BNNK Lumajang, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), serta Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kabupaten Jember.

Rapat koordinasi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi perkembangan modus penyalahgunaan narkotika, khususnya yang berpotensi menyasar anak-anak dan generasi muda. Satgas Terpadu P4GN didorong tidak hanya bergerak pada aspek penindakan, tetapi juga memperkuat edukasi, pencegahan, deteksi dini, rehabilitasi, dan perlindungan sosial.

Salah satu fokus utama hasil koordinasi adalah penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyasar peserta didik di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Jember.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Jember, Mega Wulandari, S.STP., M.M., menegaskan bahwa perkembangan modus peredaran narkotika menuntut kewaspadaan seluruh pihak.

“Narkoba zaman sekarang tidak lagi hadir dalam bentuk konvensional yang mudah dikenali. Pengedar membungkusnya dengan wajah manis seperti kembang gula untuk memikat anak-anak kita. Oleh karena itu, kita harus menumbuhkan kewaspadaan ekstra bahwa penyebaran narkoba dapat menyusup melalui cara apa pun dan menyasar siapa saja,” tegas Mega.

Bongkar Modus Kamuflase “Si Kembang Gula”

Penguatan pemahaman terhadap modus penyamaran narkotika kemudian dilanjutkan melalui aksi lapangan berupa Nonton Bareng (Nobar) film edukasi P4GN bertajuk “MAJU: JEJAK PAHIT SI KEMBANG GULA”.

Kegiatan berlangsung di Bioskop Transmart Jember XXI, Theatre 4, pada pukul 12.20 WIB. Film edukasi tersebut digunakan sebagai media visual untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya narkotika dan berbagai bentuk penyamarannya.

Melalui analogi “Si Kembang Gula”, film tersebut menggambarkan bagaimana ancaman narkotika dapat dikemas menyerupai benda atau produk yang sehari-hari dianggap biasa. Bentuk penyamaran yang diperlihatkan antara lain menyerupai permen, olahan kue, jajanan sekolah, minuman kemasan rasa buah hingga cairan rokok elektrik atau liquid vape.

Modus tersebut dinilai berbahaya karena dapat memanfaatkan rasa ingin tahu anak-anak dan remaja. Kemasan yang menarik berpotensi membuat suatu produk terlihat aman, padahal dapat mengandung zat berbahaya yang mengancam kesehatan dan masa depan generasi muda.

Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat.

Satgas P4GN Sasar Peserta Didik

Hasil rapat koordinasi juga menghasilkan dorongan agar program P4GN di Kabupaten Jember dilaksanakan secara lebih terintegrasi melalui kolaborasi lintas OPD.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penguatan edukasi lingkungan sekolah dan pengawasan jajanan sehat. Lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi peserta didik dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sekolah bersama tenaga pendidik didorong aktif memberikan edukasi serta pendampingan kepada siswa agar lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang beredar bebas di lingkungan mereka.

Langkah berikutnya berupa skrining kesehatan P4GN yang melibatkan Dinas Kesehatan dan KIPAN Kabupaten Jember. Dinkes yang berperan sebagai Koordinator Bidang Rehabilitasi Satgas P4GN bersama KIPAN Jember akan mendorong pelaksanaan skrining kesehatan secara berkala bagi siswa tingkat SLTA se-Kabupaten Jember.

Skrining tersebut diarahkan sebagai upaya deteksi dini sekaligus membuka akses terhadap penanganan dan pemulihan medis secara humanis bagi mereka yang membutuhkan.

Selain aspek kesehatan, Dinas Sosial juga memiliki peran penting dalam memastikan adanya perlindungan dan pendampingan sosial bagi remaja yang menghadapi persoalan penyalahgunaan narkotika.

Pendekatan tersebut penting untuk mencegah munculnya stigma negatif terhadap korban penyalahgunaan narkotika. Dengan pendampingan yang tepat, mereka diharapkan tetap memperoleh hak pendidikan serta kesempatan untuk menjalani proses pemulihan dan kembali beraktivitas secara positif di tengah masyarakat.

Wujudkan Jember Bersinar

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari strategi Satgas Terpadu P4GN Kabupaten Jember dalam membangun sistem pencegahan yang lebih kuat dan menyeluruh.

Pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu lembaga. Ancaman narkotika membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, aparat, sekolah, tenaga kesehatan, keluarga, organisasi kepemudaan, serta masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Satgas Terpadu P4GN berharap edukasi mengenai bahaya narkotika dapat menjangkau lebih banyak peserta didik. Selain meningkatkan pengetahuan, langkah ini juga diharapkan mampu membangun keberanian generasi muda untuk menolak narkoba serta melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika di lingkungannya.

Bakesbangpol Jember bersama BNNK Lumajang dan lintas OPD berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan aksi nyata di lapangan. Pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika yang terus berkembang.

Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Jember diharapkan mampu membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari narkoba.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan “Jember Bersinar”, yakni Jember yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mampu memberikan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi penerus bangsa. (but)

Galeri Foto