logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Berawal dari Trauma Banjir Bedadung, Griya Resik Kini Sukses Jadi Bank Sampah Terbesar se-Jember dan Tembus Pasar Jepang

  • 06 Juni 2026
  • Dibaca 77 Kali
Bagikan Via:
berawal-dari-trauma-banjir-bedadung-griya-resik-kini-sukses-jadi-bank-sampah-terbesar-se-jember-dan-tembus-pasar-jepang-20260606

Berawal dari Trauma Banjir Bedadung, Griya Resik Kini Sukses Jadi Bank Sampah Terbesar se-Jember dan Tembus Pasar Jepang

JEMBER, 06 JUNI 2026 - Tragedi banjir besar yang melanda Kabupaten Jember pada 2021 menjadi titik balik bagi Ely Yuliastutik untuk bergerak membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Dari keprihatinannya melihat tumpukan sampah yang terbawa arus Sungai Bedadung hingga masuk ke rumah-rumah warga, lahirlah sebuah gerakan yang kini berkembang menjadi salah satu bank sampah paling produktif di Kabupaten Jember.

Tepat pada 7 Juni 2026, Bank Sampah Griya Resik, di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, genap berusia tiga tahun. Dalam perjalanannya, lembaga berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut berhasil tumbuh dari sebuah inisiatif sederhana menjadi pusat pengelolaan sampah yang mampu menangani hingga 2 ton limbah setiap bulan.

Ely mengawali gerakan tersebut dengan cara yang sederhana namun konsisten. Ia mendatangi warga dari rumah ke rumah, memanfaatkan forum pengajian dan pertemuan PKK untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari dapur rumah tangga.

Upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil. Selama empat bulan, Ely terus melakukan sosialisasi dan pendampingan sebelum akhirnya Bank Sampah Griya Resik resmi berdiri pada 7 Juni 2023 di kediamannya di Jalan Sumatra Gang 6 Nomor 10A, Jember.

Pada awal operasional, Griya Resik hanya memiliki 12 nasabah dengan total sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan sebanyak 218 kilogram. Namun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, jumlah nasabah dan volume pengelolaan sampah terus bertambah secara signifikan.

Kini, Griya Resik memiliki 75 nasabah aktif dan mampu mengelola sekitar 1,5 hingga 2 ton sampah setiap bulan. Capaian tersebut menjadikannya salah satu bank sampah dengan volume pengelolaan terbesar di Kabupaten Jember.

Dalam praktiknya, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan dan dikelola melalui sistem tabungan bank sampah. Sementara limbah organik rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian warga.

Dari pengelolaan kompos tersebut, lahir Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangan Lestari yang melibatkan para ibu rumah tangga dan anggota bank sampah. Mereka memanfaatkan pupuk organik untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan lingkungan sekitar.

Tak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, Griya Resik juga mengembangkan sektor ekonomi kreatif berbasis daur ulang. Salah satu produk unggulannya adalah nampan dekoratif yang dibuat dari limbah kertas HVS bekas.

Produk tersebut bahkan berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara. Dalam momentum perayaan keberhasilan meraih Juara I Lomba Video Profil Terbaik Bank Sampah tingkat Kabupaten Jember, sejumlah produk kerajinan daur ulang Griya Resik dibeli oleh wisatawan asal Jepang sebagai suvenir.

Bagi Ely, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan memberdayakan masyarakat.

" Mari kita tetap semangat dan terus berkarya demi lingkungan yang bersih dan mandiri," ujar Ely, Sabtu 06 Juni 2026.

Perjalanan Griya Resik menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Dari sebuah gerakan yang lahir akibat trauma banjir, kini tumbuh menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang memberi manfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan warga. (sar)

Galeri Foto