logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Dampingi Distribusi 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kranjingan

  • 29 Oktober 2026
  • Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-dampingi-distribusi-5000-liter-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan-di-kranjingan-20261030

BPBD Jember Dampingi Distribusi 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kranjingan

JEMBER, 29 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendampingi penyaluran bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter bagi warga terdampak kekeringan di Lingkungan Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Kamis 29 Oktober 2026.

Distribusi air bersih tersebut merupakan penanganan kekeringan yang telah memasuki distribusi kelima di wilayah tersebut. Bantuan disalurkan melalui kerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) dan ditampung pada tandon air milik BPBD Jember.

Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jember turut melakukan pendampingan di lapangan. Pendampingan dilakukan mulai dari koordinasi dengan perangkat lingkungan, pengecekan kondisi sumber air warga, hingga memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tim Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto, mengatakan berdasarkan hasil asesmen bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan perangkat RT/RW setempat, sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di RT 02/RW 03 terdampak kekeringan.

“Dari hasil pengecekan, sumur warga memiliki kedalaman sekitar 6 sampai 10 meter. Ketersediaan air terus menurun dan sebagian besar sumur mengalami kekeringan,” kata Firman.

Menurut dia, kondisi air yang tersisa di sejumlah sumur juga tidak layak untuk dikonsumsi. Warga sebenarnya memiliki sumber air alternatif berupa sungai yang berjarak sekitar 200 meter, tetapi air tersebut juga tidak layak digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga sempat berupaya mengalirkan air sungai ke tanah agar dapat meresap dan mengisi kembali sumur. Namun, upaya mandiri tersebut hanya mampu bertahan sekitar tiga hari.

“Karena kondisi tersebut, warga meminta bantuan air bersih terutama untuk kebutuhan minum dan memasak,” ujar Firman.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD tidak hanya mendampingi distribusi air, tetapi juga melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, pengecekan sumur warga, dokumentasi serta koordinasi dengan unsur lingkungan setempat.

BPBD merekomendasikan pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari untuk memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Penanganan selanjutnya juga akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait.

Firman menegaskan, pendampingan BPBD dilakukan untuk memastikan bantuan air bersih tepat sasaran sekaligus memantau perkembangan kondisi sumber air warga.

“Pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari asesmen dan pemantauan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terus ditindaklanjuti,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember melibatkan perangkat RT/RW dan warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa kendala. (tgh)

Galeri Foto